Jumlah wisatawan mancanegara yang datang berkunjung ke Taiwan pada tahun 2025 berkisar 8,574 juta orang per kali, sementara warga Taiwan yang melakukan perjalanan ke luar negeri mencatat rekor tinggi sebanyak 18,94 juta orang per kali. Sehubungan dengan hal ini, Direktur Jenderal Pariwisata Taiwan, Chen Yu-hsiu(陳玉秀) mengatakan bahwa, Taiwan harus memanfaatkan pariwisata untuk menjalin persahabatan secara internasional, dan ia mendesak para pengusaha Taiwan yang memiliki koneksi global untuk menjadi duta terbaik bagi pariwisata Taiwan.
Sebelum pandemi pada tahun 2019, perjalanan ke luar negeri dari Taiwan mencapai 17,1 juta orang per kali, setelah pandemi, kondisi ini memulih dengan cepat dan mencatat angka 16,85 juta orang per kali pada tahun 2024. Tahun lalu, mencetak rekor tertinggi baru sebesar 18,94 juta orang per kali. Namun, jumlah pengunjung internasional ke Taiwan pada tahun 2025 hanya tercatat sebesar 8,574 juta orang per kali, meskipun peningkatan 9% dari tahun sebelumnya, namun masih jauh lebih rendah dari angka 11,86 juta orang pada tahun 2019. Lebih lanjut, untuk pertama kalinya defisit pariwisata melebihi 10 juta, dari angka 9 juta pada tahun 2024 naik menjadi 10,37 juta orang per kali.
Untungnya, menurut World Tourism Barometer dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB, peringkat pendapatan pariwisata internasional Taiwan naik ke peringkat 36 secara global pada tahun 2024, meningkat 3 peringkat dari tahun 2023. Dirjen Administrasi Pariwisata Chen Yu-hsiu yakin, hal ini menunjukkan bahwa daya tarik pariwisata Taiwan secara keseluruhan terus membaik, dan pasar pariwisata global secara bertahap menggeser fokusnya dari "apakah jumlah wisatawan telah kembali" ke "besaran pengeluaran riil yang dibawa oleh wisatawan."
Chen Yu-hsiu juga menyerukan kepada para pengusaha Taiwan yang melanglang buana, berharap mereka dapat menjadi duta terbaik untuk mempromosikan pariwisata Taiwan secara internasional melalui perjalanan domestik bagi karyawan. Chen Yu-hsiu mengatakan, “saya merasa kita harus memanfaatkan pariwisata untuk menjalin persahabatan dengan dunia, dan para pengusaha Taiwan seharusnya menjadi duta terbaik untuk pariwisata Taiwan. Jadi tahun ini, pertama-tama kita harus mengajak karyawan kita berlibur di dalam negeri, dengan tinggal di daerah setempat, mengenal daerah tersebut, dan mendengarkan cerita-cerita lokal, kita dapat benar-benar menghargai aspek-aspek Taiwan yang paling menyentuh. Budaya menjadi jiwa pariwisata, dan pariwisata adalah panggung bagi budaya. Anda perlu mengajak karyawan Anda berlibur agar mereka dapat memahami daerah tersebut dan mempelajari cerita-cerita lokal. Dengan begitu Anda dapat mempromosikan Taiwan kepada teman-teman internasional Anda, mengundang mereka untuk berkunjung, berbisnis, dan berlibur”.
Yang perlu diketahui adalah, menurut Ditjen Pariwisata mencatat, 3 pasar wisata utama Taiwan tahun lalu adalah Jepang, Hong Kong-Makau, dan Korea Selatan. Akan tetapi, daya beli tertinggi berasal dari wisatawan Eropa dan Amerika, yang rata-rata tinggal selama 10-12 hari dan menghabiskan NT$70.000-80.000 untuk perjalanan mereka. Namun, jumlah total wisatawan Eropa dan AS berkunjung ke Taiwan secara gabungan hanya mencatat 1,26 juta, angka ini kurang dari 1,48 juta dari wisatawan Jepang dan 1,31 juta dari wisatawan Hong Kong-Makau. Hal ini mengakibatkan defisit pendapatan pariwisata tahun lalu, terjadi peningkatan kecil dari dari NT$326,7 milyar pada tahun sebelumnya menjadi NT$351,2 milyar. Jika dibandingkan dengan konsumsi warga Taiwan ke luar negeri pada tahun lalu sebesar NT$1,0522 trilyun, maka skala peningkatan defisit nilai pariwisata menembus angka NT$700 milyar, dari angka NT$692,2 milyar pada 2 tahun sebelumnya bertambah menjadi NT$700,98 milyar.