Sebuah insiden sepele di sebuah restoran di Yilan memicu perdebatan sengit di dunia maya mengenai kewajaran ganti rugi. Seorang ibu dituntut membayar NT$480 setelah anaknya secara tidak sengaja melipat buku menu. Kasus ini menjadi viral dan menuai pro-kontra, hingga akhirnya pihak restoran memberikan penjelasan resmi dan permohonan maaf.
Kejadian bermula ketika sang ibu, yang sedang membantu keluarganya memesan, tidak menyadari anaknya memainkan menu fisik hingga meninggalkan bekas lipatan yang nyata. Staf restoran kemudian menghampirinya dan menyatakan bahwa menu tersebut rusak dan tidak dapat digunakan lagi, serta meminta ganti rugi sebesar NT$480. Meskipun sang ibu langsung membayar, ia kemudian membagikan pengalamannya di media sosial, yang sontak menarik perhatian publik.
Sebagian netizen berpendapat bahwa orang tua harus bertanggung jawab penuh atas tindakan anaknya. Namun, mayoritas mempertanyakan besaran denda yang dianggap tidak masuk akal untuk selembar menu.
Menanggapi kontroversi yang memanas, pihak pengelola restoran akhirnya angkat bicara. Mereka menjelaskan bahwa total biaya pembuatan 20 eksemplar menu baru sebelum Imlek mencapai NT$9.600, sehingga biaya per lembar dihitung rata-rata sekitar NT$480. Kendati demikian, mereka mengakui bahwa cara penanganan tersebut tidak tepat dan terkesan gegabah.
Pihak restoran menyampaikan permohonan maaf yang tulus dan berjanji akan mengembalikan sepenuhnya uang ganti rugi yang telah dibayarkan.