(Taiwan, ROC) -- Militer Filipina, Angkatan Laut Bela Diri Jepang (JMSDF), dan militer Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini untuk pertama kalinya menggelar latihan gabungan tiga negara di sekitar Taiwan. Jepang juga untuk kali pertama mengerahkan pesawat JMSDF dalam latihan tersebut.
Jaringan berita Jepang, yakni Japan News Network (JNN) yang turut meliput, merekam kapal Tiongkok yang mengikuti pergerakan latihan dari kejauhan.
Menurut pemberitaan Tokyo Broadcasting System Television (TBS), sejak Senin (23/2) Jepang, AS, dan Filipina melaksanakan patroli udara dan kegiatan lainnya di sekitar Selat Bashi yang lokasinya cukup dekat dengan Taiwan. Ini merupakan pertama kalinya ketiga negara tersebut menggelar latihan gabungan di wilayah sekitar Taiwan.
JNN juga merekam keberadaan kapal Negeri Tirai Bambu yang berlayar di dekat lokasi latihan. Seorang komandan militer Filipina menyatakan bahwa “kapal-kapal Tiongkok mengikuti latihan sampai ke sini, merupakan kejadian yang langka.”
Pemberitaan tersebut menunjukkan, Filipina memiliki ketegangan dengan Negeri Panda di Laut Tiongkok Selatan karena sengketa kedaulatan. Selain itu, meningkatnya kewaspadaan terhadap kemungkinan “peristiwa darurat di Taiwan” membuat Filipina tampaknya ingin sekaligus bekerja sama dengan Jepang dan AS, sembari memperkuat kesiapan tanggapnya.
Stasiun televisi Jepang Nippon TV melaporkan bahwa pada Selasa (24/2), Pasukan Bela Diri Jepang bersama Amerika Serikat dan Filipina menggelar “Kegiatan Koordinasi Maritim” di Selat Bashi dengan fokus terhadap Republik Rakyat Tiongkok (RRT), guna menegaskan prinsip-prinsip kebebasan navigasi.
“Kegiatan Koordinasi Maritim” adalah kerangka latihan gabungan yang bertujuan mempromosikan kebebasan navigasi. Jepang mulai berpartisipasi dalam latihan ini sejak 2024. Dibandingkan dengan latihan biasa, kegiatan ini dianggap lebih mendekati misi nyata.
Kali ini, Jepang mengerahkan pesawat patroli JMSDF untuk berpartisipasi, yang menandai pertama kalinya pesawat Jepang yang turut ikut dalam “Kegiatan Koordinasi Maritim”.
Seorang pejabat terkait di Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan bahwa “mengirim pesawat tampaknya lebih menegaskan kerja sama dengan negara-negara peserta.”
Selain itu, Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang pada hari ini (27/2) merilis pers rilis yang mengonfirmasi jika pesawat patroli P-3C JMSDF turut serta dalam latihan yang digelar pada Selasa (24/2) lalu di utara Pulau Luzon.