Taiwan disambut oleh perubahan cuaca yang drastis saat pergerakan massa udara dingin benua dan angin monsun timur laut membawa suhu yang lebih sejuk dan kondisi basah ke seluruh pulau. Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) melaporkan bahwa pada hari ini (3/3), suhu di berbagai wilayah, terutama di bagian utara dan timur laut Taiwan, mengalami penurunan signifikan dengan suhu tertinggi hanya mencapai 18C hingga 19C, menciptakan nuansa dinginnya musim semi yang kontras.
Kondisi cuaca yang sejuk ini diperparah oleh pergerakan area awan hujan dari selatan Tiongkok yang bergerak ke arah timur, menyebabkan potensi hujan singkat di hampir seluruh wilayah Taiwan. CWA secara khusus memperingatkan bahwa wilayah bagian barat berpeluang mengalami hujan lokal dengan intensitas yang lebih deras.
Kombinasi antara udara dingin dan kelembapan tinggi ini menciptakan cuaca yang basah dan dingin, sehingga masyarakat diimbau untuk mempersiapkan pakaian hangat agar terhindar dari kedinginan.
Bagi para pendaki dan masyarakat yang beraktivitas di dataran tinggi, CWA memberikan peringatan khusus. Dengan kombinasi kelembapan dan suhu rendah yang tepat, pegunungan dengan ketinggian di atas 3.500 meter memiliki peluang untuk mengalami turun salju. Fenomena ini juga meningkatkan risiko pembekuan es di permukaan jalan, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan untuk menjamin keselamatan saat berkendara di area pegunungan.
Angin timur laut yang menguat juga membawa peringatan angin kencang di sejumlah wilayah pesisir, mulai dari Keelung di utara hingga Tainan dan Pingtung di selatan, serta beberapa pulau terluar. Hembusan angin yang bisa mencapai level 8 atau lebih menuntut kewaspadaan lebih bagi aktivitas maritim dan masyarakat yang tinggal di area pantai. Sementara itu, pulau-pulau terluar seperti Kinmen dan Matsu juga akan merasakan dampak cuaca dingin dengan suhu yang bisa mencapai serendah 11C.