Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Qatar Hentikan Produksi Gas Cair, PM Cho: Menjamin Kestabilan Sumber Energi

03/03/2026 15:44
Penulis & Editor: Farini Anwar
Perdana Menteri  Cho Jung-tai (tengah), Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun  (kanan) dan Menteri Ekonomi Kung Ming-hsin (龔明鑫) memberikan laporan perkembangan tarif pajak AS. (Foto: Rti)
Perdana Menteri Cho Jung-tai (tengah), Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun (kanan) dan Menteri Ekonomi Kung Ming-hsin (龔明鑫) memberikan laporan perkembangan tarif pajak AS. (Foto: Rti)

Perang Timur Tengah terus memanas, Qatar telah menghentikan produksi gas cair dan produk terkait lainnya, sehubungan dengan sumber energi di Taiwan yang terbanyak bersumber dari impor, sehingga banyak yang khawatir akan ada kenaikan harga listrik pada April. Terkait akan hal ini, Perdana Menteri Cho Jung-tai hari ini (3/3) menyampaikan, Kementerian Ekonomi dan CPC Coorporation Taiwan telah menggerakan system tanggap darurat, saat ini dunia berada dalam situasi tidak menentu, Taiwan akan terus melakukan diversifikasi dalam memperoleh sumber energi guna memastikan semua pasokan energi aman.

.

Amerika Serikat dan Israel bergandeng tangan menyerang Iran, memanasnya situasi perang timur tengah, fasilitas terkait di Qatar diserang drone dari Iran, telah mengakibatkan gas cair dan produksi terkait dihentikan sementara, sehubungan dengan sumber energi yang digunakan di Taiwan yang terbesar datang dari produk impor, sehingga banyak yang mengkhawatirkan akan ada penyesuaian harga listrik April.

 

Perdana Menteri Cho Jung-tai ke Yuan Legislatif untuk hari ini (3/3) untuk memberikan laporan khusus dan interpelasi mengenai hasil dan dampak negosiasi tarif Taiwan – Amerika Serikat. Ketika menerima wawancara media terkait apakah perang Timur Tengah berdampak pada gas cair dalam negeri, Cho Jung-tai menyampaikan, pemerintah memerhatikan industri masyarakat, tidak perlu mengkhawatirkan kekurangan energy, ia telah mengundang Kementerian Ekonomi, Kementerian Keuangan, Komisi Pengawas Keuangan (FSC) dan instansi terkait lainnya untuk membahas perkembangan masing-masing instansi, di antaranya Kementerian Ekonomi yang mana CPC Coorporation Taiwan yang telah menggerakan system tanggap darurat.

 

Cho Jung-tai menegaskan, sekarang ini dunia dalam situasi tidak menentu, pemerintah dengan cara diversifikasi untuk mendapatkan sumber energi agar dapat menjamin penyediaan. Yuan Eksekutif dalam press rilis yang dikeluarkan kemarin (2/3) mengemukakan, untuk menanggapi situasi Timur Tengah, Cho Jung-tai mengelar rapat perkembangan situasi terbaru dari masing-masing kementerian, selain menginstruksikan Kementerian Ekonomi untuk menggerakan tim tanggap darurat, mengkoordinasikan sumber pasokan energy, juga meminta Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun (鄭麗君) untuk mengelar rapat dan persiapan tim penstabil harga. Selain itu, Cho Jung-tai juga meminta FSC dan Kementerian Keuangan untuk tetap terus memantau pergerakan pasar saham dan meminta Kementerian Luar Negeri untuk berupaya menjaga keamanan dan keselamatan staf kantor perwakilan dan warga Taiwan yang ada di sana, sekuat tenaga membantu Tionghoa Perantau dan warga Taiwan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解