Film dokumenter Tuned In (新來的小朋友) karya sutradara Indonesia-Taiwan Martin Rustandi (陳聖元) resmi terpilih sebagai Film Penutup dalam The 3rd Ethnic and Cultural Diversity Film Festival 2026 (2026年多元族群影展) di Taiwan. Penunjukan ini menjadi capaian penting bagi film tersebut setelah sebelumnya melangsungkan pemutaran perdana dunia di Taoyuan Film Festival dan turut diputar dalam World Ethnic Film Festival. Kepercayaan sebagai film penutup menegaskan posisi Tuned In sebagai karya yang relevan dalam wacana keberagaman budaya dan identitas di Taiwan.
Tuned In mengisahkan perjalanan Zane, seorang anak berusia 10 tahun yang lahir dan tumbuh di Taiwan dari orang tua asal Indonesia. Melalui sudut pandang seorang anak, film ini menghadirkan refleksi tentang identitas, budaya, keluarga, serta makna “rumah” di tengah masyarakat multikultural. Alih-alih tampil sebagai dokumenter yang menggurui, film ini mengalir dengan pendekatan lembut dan sinematik, memperlihatkan keseharian yang jujur dan hangat tentang bagaimana identitas tumbuh secara alami di antara dua budaya.

Poster "Tuned In" (foto: Swallow Wings Films)
Pemutaran sebagai Film Penutup akan berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 17.10 waktu setempat, di Tainan Shin Kong Cinema, Hall 4. Momen ini diharapkan menjadi ruang pertemuan sekaligus dialog lintas budaya bagi para penonton, sineas, dan komunitas diaspora yang hadir.
Melalui pemilihan tersebut, Tuned In kembali menegaskan pentingnya representasi generasi baru diaspora Indonesia di Taiwan. Film ini tidak hanya menjadi karya sinematik, tetapi juga medium refleksi sosial yang memperkaya percakapan tentang identitas dan keberagaman di tengah dinamika masyarakat Taiwan yang semakin plural.