Menyusul serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kian tidak menentu, memaksa Kementerian Luar Negeri (MOFA) untuk mengambil langkah preventif. Pemerintah secara resmi menaikkan status peringatan perjalanan untuk Yordania dan Mesir menjadi level oranye, yang berarti warga Taiwan diimbau untuk menghindari perjalanan tidak mendesak ke negara-negara tersebut.
Langkah ini melengkapi peringatan level merah yang sebelumnya telah diberlakukan untuk Iran dan Israel, sebagai respons atas risiko keamanan yang meluas dan potensi gangguan pada jalur penerbangan sipil di kawasan tersebut.
Dampak dari konflik ini dirasakan langsung oleh sektor pariwisata, di mana Ditjen Pariwisata melaporkan adanya ribuan warga Taiwan yang masih berada di luar negeri. Berdasarkan data terkini, terdapat 46 grup wisata dengan total 1.240 orang yang saat ini tertahan di wilayah Eropa dan Timur Tengah.
Gangguan penerbangan, khususnya bagi mereka yang dijadwalkan transit melalui hub internasional Dubai, menjadi kendala utama, memaksa agen perjalanan bekerja keras menyusun rute alternatif guna memulangkan para wisatawan dengan selamat.
Pihak berwenang terus berkoordinasi intensif dengan asosiasi perjalanan untuk menangani logistik pemulangan, terutama bagi ratusan penumpang yang terdampak penutupan atau pembatasan operasional bandara.
Sebagian besar grup wisata telah berhasil dialihkan menggunakan maskapai lain atau transportasi darat menuju titik keberangkatan yang aman. Ditjen Pariwisata menekankan bahwa keselamatan warga negara adalah prioritas mutlak, dan meminta seluruh operator tur untuk memberikan pendampingan maksimal serta memastikan kebutuhan dasar wisatawan terpenuhi selama masa tunggu.
Di tengah situasi yang berubah dengan cepat ini, pemerintah mengeluarkan imbauan keras bagi warga Taiwan yang hendak atau sedang berada di luar negeri untuk meningkatkan kewaspadaan.
Wisatawan diminta memanfaatkan sistem Pendaftaran Dinamis dari Biro Urusan Konsuler untuk memudahkan pemantauan dan pemberian bantuan darurat. Bagi pelancong mandiri yang berada di zona terdampak, pemerintah menyarankan untuk selalu menyimpan kontak darurat kantor perwakilan Taiwan terdekat, guna memastikan akses cepat terhadap perlindungan konsuler jika situasi keamanan memburuk secara tiba-tiba.