Platform belanja online Coupang mengalami kebocoran data pada November tahun lalu. Meski pihak perusahaan mengklaim bahwa basis data di Taiwan dan Korea Selatan adalah data mandiri, tapi karena kontrol akses yang longgar, lebih dari 200.000 warga Taiwan terkena dampaknya, dengan informasi, termasuk nama, email, nomor telepon, dan alamat pengiriman, diakses secara ilegal.
Kementerian Digital Taiwan (MODA) menginstruksikan Coupang untuk menangani masalah ini dengan benar demi melindungi hak-hak masyarakat. Menteri Digital Taiwan Lin Yi-jing (林宜敬) menunjukkan, dalam isu perlindungan data pribadi, fokus kementerian bukanlah denda, tapi membantu pelaku usaha untuk benar-benar meningkatkan kemampuan keamanan siber dan mekanisme manajemen mereka. Pemerintah melakukan inspeksi rutin terhadap perusahaan belanja online (e-commerce) setiap tahun, yang mencakup tidak hanya aspek teknis tetapi juga manajemen personel internal dan pengendalian proses. Ia mengatakan, “terkait dengan perlindungan data pribadi, fokus kita bukanlah denda, tapi berharap agar perusahaan-perusahaan e-commerce dapat meningkatkan perlindungan data diri mereka. Perlindungan data diri pribadi melibatkan masalah teknis dan manajemen personel. Baru-baru ini kami menemukan banyak kasus kebocoran data pribadi, dan sumber masalah ini adalah personel internal. Oleh karena itu, kami akan memberikan tekanan pada perusahaan e-commerce dan memberikan bantuan yang cukup besar untuk membantu mereka menyelesaikan masalah ini."
Terkait apakah sebaiknya basis data e-commerce berada di Taiwan, Menteri Lin menunjukkan, di bawah kerangka kerja WTO, tidak dianjurkan untuk mewajibkan penyimpanan data secara lokal. Namun, berdasarkan pertimbangan keamanan siber dan keamanan nasional, negara-negara tetap memiliki fleksibilitas kebijakan, dan Amerika Serikat baru-baru ini mulai mewajibkan beberapa perusahaan untuk menyimpan data di dalam negeri. Menanggapi perubahan tren internasional, Taiwan juga akan melakukan penyesuaian yang sesuai berdasarkan situasi aktual.
Sebagai tambahan, empat poros kerja dari MODA di tahun ini adalah “memperkuat anti-penipuan”, “mengembangkan industri”, “meningkatkan ketahanan keamanan siber," dan “membangun pemerintahan digital.” Terkait pengembangan AI, MODA menyediakan lima instrumen kebijakan. Untuk meningkatkan daya komputasi, kementerian akan menyediakan 100 GPU gratis untuk perusahaan rintisan AI dan juga berkolaborasi dengan Komisi Pengawasan Keuangan untuk melonggarkan pembatasan investasi bagi perusahaan asuransi, menawarkan insentif pajak untuk menarik sumber daya swasta agar berinvestasi dalam pembangunan daya komputasi.
Terkait data, MODA mempromosikan legislasi untuk "UU Inovasi dan Pemanfaatan Data" serta membangun korpus pelatihan AI untuk mengembangkan model AI dengan perspektif Taiwan. Dari segi pendanaan, kementerian telah mengalokasikan NT$10 miliar bersama Dewan Pembangunan Nasional untuk berinvestasi di perusahaan rintisan AI, dan enam perusahaan telah menerima persetujuan.