Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung (林佳龍) dalam kapasitasnya sebagai utusan khusus dari Presiden Lai Ching-te (賴清德) berkunjung ke Tuvalu, sekutu diplomatik Pasifik dan terus memberikan informasi tentang perkembangan terbaru melalui platform media sosial. Menteri Lin menyatakan bahwa selain penandatanganan perjanjian penghindaran pajak berganda, kunjungan tersebut juga mencakup donasi biaya operasional tahun pertama untuk kabel bawah laut pertama Tuvalu, yang bertujuan untuk secara efektif meningkatkan ketahanan digital dan konektivitas eksternal Tuvalu, serta semakin memperkuat hubungan Tuvalu dengan Taiwan dan dunia.
Hubungan bilateral antara Taiwan dan Tuvalu terus berkembang. Menlu Lin Chia-lung yang baru-baru ini berkunjung ke Tuvalu memposting di Facebook pada 4 Maret malam, menyampaikan bahwa kedua belah pihak secara formal telah menandatangani “Perjanjian Penghindaran Pajak Ganda dan Pencegahan Penggelapan Pajak," yang selanjutnya mendorong pertukaran ekonomi dan perdagangan serta mendorong investasi usaha di Tuvalu, sehingga memperdalam hubungan diplomatik mereka yang kuat.
Lin Chia-lung sebagai perwakilan pemerintah Taiwan memanajemen biaya operasional kabel bawah tanah Tuvalu, Vaka (perahu tradisional yang melambangkan koneksi dan kemajuan) untuk tahun pertama, berharap dapat membantu Tuvalu memperkuat ketahanan komunikasinya dan membuat Tuvalu terlihat oleh dunia.
Taiwan bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS), Jepang, Australia, dan Selandia Baru, melaksanan Proyek Kabel Pasifik Tengah (CPC) untuk seksi Tuvalu, membantu Tuvalu dalam pemasangan kabel bawah laut pertamanya. Proyek ini telah mendapat pujian publik dari Amerika Serikat dan Australia, menunjukkan komitmen mitra yang sepaham dan negara-negara kepulauan Pasifik untuk semakin memperdalam hubungan mereka.
Diplomasi umum Taiwan sangat mementingkan isu kabel bawah laut. Misalnya, Lin Chia-lung mengusulkan "Inisiatif Manajemen Risiko Kabel Bawah Laut Internasional" Oktober lalu, menekankan bahwa kabel bawah laut sangat penting bagi keamanan ekonomi global, ketahanan demokrasi, kemakmuran pembangunan, serta merupakan fondasi penting untuk aliran data, pertukaran energi, dan kerja sama transnasional. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengatakan, “Menteri Lin mengusulkan 'Inisiatif Manajemen Risiko Kabel Bawah Laut Internasional' untuk menyerukan kepada negara-negara demokratis agar bersama-sama menjaga keamanan infrastruktur penting."