Presiden Lai Ching-te kemarin (4/3) bertemu dengan delegasi yang dipimpin oleh mantan Ketua Senat Tinggi Jepang Akiko Santo, di Istana Kepresidenan, Beliau menyampaikan apresiasi atas upayanya dalam mempromosikan hubungan Taiwan-Jepang dan pertukaran parlemen. Presiden Lai mengatakan, Taiwan sebagai poros global untuk AI dan industri semikonduktor, sedangkan Jepang memiliki keunggulan dalam material, peralatan, dan manufaktur presisi, maka diharapkan dapat memperdalam kerja sama antara Taiwan dan Jepang di masa depan untuk menciptakan situasi saling menguntungkan.
Dalam sambutannya, Presiden Lai mengatakan, ini merupakan kunjungan kedua Akiko Santo ke Taiwan sejak memimpin delegasi dari "Forum Kerja Sama Jepang-Taiwan" untuk menghadiri perayaan Hari Nasional pada tahun 2024, dan menyampaikan rasa terima kasihnya yang tulus atas upaya jangka panjangnya dalam mempromosikan hubungan Taiwan-Jepang dan dukungannya meloloskan resolusi terkait kemitraan dengan Taiwan.
Presiden Lai, situasi internasional saat ini sangat kompleks, Taiwan-Jepang dalam beberapa tahun terakhir ini menghadapi ancaman ekspansi otoritarianisme, intrusi zona abu-abu dan perang kognitif yang menjadi tantangan berat dalam menjaga keamanan regional. Beliau mengapresiasi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi karena secara konsisten menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dalam berbagai forum internasional sejak menjabat tahun lalu. Kini setelah PM Sanae Takaichi membentuk kabinet keduanya, diyakini akan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi untuk perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam sambutan Akiko Santo menyampaikan, perubahan dramatis dalam politik Jepang dan situasi internasional dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong masyarakat Jepang untuk lebih memerhatikan arah pembangunan masa depan negara dan berharap dapat bekerja sama dengan negara-negara sahabat yang memiliki nilai-nilai kebebasan dan demokrasi.
Akiko Santo mengungkit, ia memimpin hampir 40 wanita Jepang yang mengupayakan promosi budaya tradisional Jepang ke Taiwan, berharap pertukaran nyata, dapat memperdalam pemahaman terkait sejarah dan budaya Taiwan. Ia menekankan, setelah dirinya mengundurkan diri dari parlemennya, tetap antusias dan berlanjut memperdalam hubungan persahabatan antara kedua belah pihak.