Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Presiden Bertemu dengan Akiko Santo, Berharap Kerja Sama Menciptakan Keuntungan Bagi Kedua Belah Pihak

05/03/2026 19:40
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Presiden Lai Ching-te bertemu dengan Akiko Santo di Istana Kepresidenan (foto: Istana Kepresidenan)
Presiden Lai Ching-te bertemu dengan Akiko Santo di Istana Kepresidenan (foto: Istana Kepresidenan)

Presiden Lai Ching-te kemarin (4/3) bertemu dengan delegasi yang dipimpin oleh mantan Ketua Senat Tinggi Jepang Akiko Santo, di Istana Kepresidenan, Beliau menyampaikan apresiasi atas upayanya dalam mempromosikan hubungan Taiwan-Jepang dan pertukaran parlemen. Presiden Lai mengatakan, Taiwan sebagai poros global untuk AI dan industri semikonduktor, sedangkan Jepang memiliki keunggulan dalam material, peralatan, dan manufaktur presisi, maka diharapkan dapat memperdalam kerja sama antara Taiwan dan Jepang di masa depan untuk menciptakan situasi saling menguntungkan.

Dalam sambutannya, Presiden Lai mengatakan, ini merupakan kunjungan kedua Akiko Santo ke Taiwan sejak memimpin delegasi dari "Forum Kerja Sama Jepang-Taiwan" untuk menghadiri perayaan Hari Nasional pada tahun 2024, dan menyampaikan rasa terima kasihnya yang tulus atas upaya jangka panjangnya dalam mempromosikan hubungan Taiwan-Jepang dan dukungannya meloloskan resolusi terkait kemitraan dengan Taiwan.

Presiden Lai, situasi internasional saat ini sangat kompleks, Taiwan-Jepang dalam beberapa tahun terakhir ini menghadapi ancaman ekspansi otoritarianisme, intrusi zona abu-abu dan perang kognitif yang menjadi tantangan berat dalam menjaga keamanan regional. Beliau mengapresiasi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi karena secara konsisten menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dalam berbagai forum internasional sejak menjabat tahun lalu. Kini setelah PM Sanae Takaichi membentuk kabinet keduanya, diyakini akan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi untuk perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam sambutan Akiko Santo menyampaikan, perubahan dramatis dalam politik Jepang dan situasi internasional dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong masyarakat Jepang untuk lebih memerhatikan arah pembangunan masa depan negara dan berharap dapat bekerja sama dengan negara-negara sahabat yang memiliki nilai-nilai kebebasan dan demokrasi.

Akiko Santo mengatakan, di bawah kepemimpinan perdana menteri perempuan pertama, Sanae Takaichi, pemerintah Jepang berkomitmen untuk mempromosikan beberapa kebijakan penting, termasuk reformasi konstitusi domestik dan amandemen Undang-Undang Informasi, dan secara aktif menanggapi dampak ekonomi dan tantangan diplomatik yang ditimbulkan oleh perubahan situasi internasional, mengharapkan dapat menciptakan lingkungan hidup yang lebih aman dan tenteram bagi warganya. Ia menekankan, perubahan apapun yang terjadi di dunia, hubungan Taiwan-Jepang yang akrab tidak akan pernah berubah.

Akiko Santo mengungkit, ia memimpin hampir 40 wanita Jepang yang mengupayakan promosi budaya tradisional Jepang ke Taiwan, berharap pertukaran nyata, dapat memperdalam pemahaman terkait sejarah dan budaya Taiwan. Ia menekankan, setelah dirinya mengundurkan diri dari parlemennya, tetap antusias dan berlanjut memperdalam hubungan persahabatan antara kedua belah pihak.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解