Setelah diguyur hujan yang membawa hawa dingin sepanjang pagi (6/3), Taiwan bersiap menghadapi gelombang cuaca dingin basah berikutnya yang diperkirakan akan tiba menjelang akhir pekan. Analis dari Weather Risk, Wu Sheng-yu (吳聖宇), menyatakan bahwa meskipun suhu udara hari ini sedikit lebih hangat dibandingkan kemarin (5/3), tetapi tingkat kelembapan yang tinggi membuat suhu yang dirasakan tubuh tetap terasa cukup dingin.
Hujan singkat masih akan terjadi di berbagai wilayah pada paruh pertama hari ini, sebelum intensitasnya diperkirakan akan berkurang pada sore hingga malam hari.
Namun, jeda dari cuaca basah ini tidak akan berlangsung lama. Sebuah front cuaca baru diperkirakan akan melintasi utara Taiwan mulai tengah malam nanti hingga esok pagi (7/3), membawa kembali peningkatan curah hujan terutama di wilayah Pantai Utara Keelung, Yilan, dan Hualien.
Sebaliknya, wilayah tengah dan selatan Taiwan akan merasakan dampak yang lebih kecil dengan cuaca yang cenderung berawan hingga cerah, menciptakan perbedaan suhu yang sangat mencolok antara utara dan selatan.
Puncak dari gelombang dingin ini diperkirakan akan terjadi pada hari Minggu pagi (8/3). Pengaruh gabungan dari angin monsun timur laut dan efek pendinginan radiasi akan menekan suhu udara secara signifikan. Wilayah perkotaan di bagian tengah-utara dan timur laut diperkirakan akan merasakan suhu rendah berkisar antara 14C hingga 16C.
Masyarakat, terutama di wilayah tengah dan selatan Taiwan, diimbau untuk mewaspadai perbedaan suhu yang besar antara siang dan malam. Pakaian hangat sangat disarankan saat beraktivitas di pagi hari atau pulang pada malam hari.
Wu Sheng-yu juga mengingatkan bahwa sistem cuaca pada musim semi cenderung berubah dengan cepat. Gelombang angin monsun timur laut lainnya diperkirakan akan kembali bergerak ke selatan pada hari Senin depan (9/3), sehingga masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi klimatologi terbaru dan mempersiapkan diri menghadapi fluktuasi cuaca yang dinamis.