Sebuah insiden keributan mewarnai perjalanan Kereta Chu-Kuang Express nomor 521 pada hari Kamis (5/3), ketika seorang penumpang wanita terlibat perselisihan sengit dengan kondektur yang tengah menjalankan tugasnya. Kejadian yang berlangsung di rute antara Zhongli dan Hsinchu ini dipicu oleh penolakan sang penumpang untuk menunjukkan tiketnya saat pemeriksaan rutin. Aksi tidak kooperatif ini dengan cepat meningkat menjadi konfrontasi verbal yang direkam oleh penumpang lain dan menjadi viral di dunia maya.
Dalam rekaman video yang beredar luas, wanita yang diperkirakan berusia 50-an tahun itu terlihat sangat emosional. Ia tidak hanya menolak untuk memperlihatkan tiketnya, tetapi juga melontarkan kata-kata kasar kepada kondektur yang bertugas.
"Panggil polisi ke sini! Kamu pikir kamu siapa? Keluarkan kartu identitasmu!" teriaknya sambil menunjuk-nunjuk. Wanita tersebut bersikeras bahwa tiketnya telah diperiksa sebelumnya dan menunjukkan keengganan yang sangat besar untuk diperiksa kembali, dengan nada bicara yang penuh ketidakpuasan.

Seorang penumpang wanita terlibat perselisihan sengit dengan kondektur yang tengah menjalankan tugasnya. Foto: YAHOO
Kejadian ini sontak menarik perhatian penumpang lain dan memicu beragam reaksi di media sosial setelah video tersebut diunggah. Banyak warganet yang menyayangkan sikap arogan penumpang tersebut dan menyuarakan simpati mereka kepada sang kondektur. "Kasihan kondekturnya," tulis salah satu komentar, sementara yang lain menyarankan agar pihak kereta api bertindak tegas sesuai aturan. Insiden ini kembali menyoroti tantangan yang dihadapi oleh para petugas layanan publik dalam menghadapi perilaku penumpang yang sulit diatur.
Menanggapi insiden tersebut, pihak Taiwan Railways Administration (TRA) menegaskan bahwa kondektur telah bertindak sesuai dengan prosedur standar operasional.
TRA menekankan bahwa pemeriksaan tiket adalah tugas yang dilindungi oleh hukum dan setiap penumpang memiliki kewajiban untuk mematuhinya. Berdasarkan Undang-Undang Perkeretaapian yang berlaku, penumpang yang menolak pemeriksaan dapat dikenai denda hingga NT$7.500.
Dalam kasus yang dianggap berat, pihak kereta api bahkan berhak untuk membatalkan kontrak perjalanan dan meminta penumpang tersebut untuk turun dari kereta.