Badan Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (FDA) dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW) merilis daftar pelanggaran inspeksi perbatasan pada tanggal 3 Maret lalu. Salah satunya adalah biji wijen hitam impor asal Tiongkok yang ditemukan mengandung 0,2 mikrogram kadmium per kilogram, melebihi batas yang diizinkan. Satu batch makanan tersebut, dengan total 1 ton metrik dicegat di perbatasan dan tidak masuk ke pasar.
FDA Taiwan merilis daftar terbaru mengenai produk-produk yang tidak lolos inspeksi perbatasan, dengan total 23 jenis produk. Produk tersebut antara lain tutup kertas dari Tiongkok dan buah nektarin segar dari Chili. Produk-produk tersebut gagal dalam inspeksi karena tidak sesuai dengan peraturan mengenai kandungan pengawet dan residu pestisida, dan kemudian dikembalikan atau dimusnahkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Sebuah merek makanan penutup ala Hong Kong kembali masuk dalam daftar setelah sebelumnya diketahui melanggar ketentuan di bulan September lalu karena adanya residu pestisida berlebih dalam biji wijen putih yang diimpor dari Tiongkok. Liu Fang-ming (劉芳銘), Direktur Pusat Pengelolaan Wilayah Utara FDA menyampaikan, biji wijen hitam impor yang diimpor dari Tiongkok ditemukan mengandung 0,2 mikrogram kadmium per kilogram. Berdasarkan “Standar Batas Higienis Kontaminasi dan Toksin dalam Makanan," batas untuk kadmium dalam biji minyak lainnya adalah 0,1 mikrogram per kilogram. 1 batch, dengan total 1 ton metrik, dikembalikan atau dimusnahkan sesuai ketentuan.
Menurut statistik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), ini adalah batch kedua dari perusahaan yang tidak sesuai dalam enam bulan terakhir, yang menyebabkan perubahan metode inspeksi menjadi inspeksi per batch. Liu Fang-ming menyatakan, secara keseluruhan, hanya 2 batch produk impor dari Tiongkok dengan asal dan nomor produk yang sama yang ditemukan tidak sesuai. Oleh karena itu, inspeksi pengambilan sampel acak rutin akan dilanjutkan.
Sebagai tambahan, sebuah usaha yang mengimpor “minuman rasa buah” dari Jerman, ditemukan mengandung 0,9 gram pengawet asam sorbat per kilogram. Menurut "Standar Ruang Lingkup, Batas, dan Spesifikasi Aditif Makanan," jumlah asam sorbat (sorbic acid) yang diizinkan dalam minuman non-karbonasi adalah kurang dari 0,5 gram per kilogram. Ada 1 batch, dengan total 267,75 kilogram, dikembalikan atau dimusnahkan sesuai ketentuan. Liu Fang-ming menyatakan bahwa perusahaan ini memiliki 2 batch yang gagal dalam pengujian dalam waktu enam bulan, dan metode inspeksi diubah menjadi pengujian per batch.