Sebuah ironi terungkap saat Biro Investigasi Kriminal mengungkap sindikat peredaran narkoba yang memanfaatkan pekerja migran kaburan dengan imbalan yang sangat kecil untuk menyelundupkan barang haram bernilai jutaan NT$. Seorang pekerja migran asal Vietnam bermarga Chen (陳姓) usia 27 tahun ditangkap di Yunlin karena terbukti menjadi otak di balik upaya penyelundupan 2.031 gram ganja senilai NT$3 juta. Mirisnya, Chen nekat mengambil risiko besar tersebut hanya demi komisi sebesar NT$5.000 dari seorang pengedar di luar negeri.
Operasi ini bermula pada Oktober tahun lalu ketika petugas Bea Cukai Kaohsiung menaruh curiga pada sebuah paket internasional dari Thailand yang berisi kondisioner rambut. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas menemukan ganja dalam jumlah besar yang disembunyikan dengan rapi di dalam produk perawatan rambut tersebut.
Sebuah tim khusus segera dibentuk di bawah arahan Kejaksaan Negeri Yunlin untuk melacak jaringan yang bertanggung jawab atas paket tersebut. Melalui pengintaian yang cermat, tim berhasil menangkap dua kurir bermarga Ruan (阮姓) dan akhirnya meringkus Chen sebagai dalang utamanya.

Petugas Bea Cukai Kaohsiung menaruh curiga pada sebuah paket internasional dari Thailand yang berisi kondisioner rambut. (刑事局中打提供)
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa ketiga tersangka merupakan pekerja migran kaburan yang telah tinggal melebihi batas izin selama dua hingga tiga tahun dan bertahan hidup dengan bekerja serabutan.
Chen, yang menerima instruksi langsung dari sindikat di luar negeri, kemudian merekrut dua rekannya untuk mengambil paket narkoba di sebuah toko waralaba. Namun, nasib berkata lain. Sebelum mereka sempat membicarakan pembagian upah, ketiganya telah lebih dulu disergap oleh aparat penegak hukum yang telah mengintai pergerakan mereka.
Kini, ketiga tersangka harus menghadapi konsekuensi hukum yang sangat berat. Mereka didakwa atas pelanggaran Undang-Undang Pencegahan Bahaya Narkoba terkait pengangkutan narkoba tingkat dua, yakni kejahatan yang diancam dengan hukuman penjara seumur hidup atau pidana minimal 10 tahun, serta denda hingga NT$15 juta.
Biro Investigasi Kriminal menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ampun bagi pelaku kejahatan narkotika dan mengimbau masyarakat untuk tidak pernah mencoba-coba terlibat dalam bisnis terlarang yang merusak masa depan dan keamanan sosial tersebut.