Bursa saham Taiwan mencatatkan hari terkelam dalam sejarahnya pada perdagangan Senin hari ini (9/3), ketika Indeks Harga Saham Taiwan (TAIEX) terjun bebas hingga 2.070 poin. Kepanikan investor dipicu oleh kombinasi mematikan antara eskalasi perang di Timur Tengah, lonjakan harga minyak dunia yang menembus level psikologis US$100 per barel, serta kejatuhan bursa saham Amerika Serikat pada penutupan pekan sebelumnya. Aksi jual masif melanda seluruh sektor, menyeret indeks ke level terendah di 31.529 poin.
Pemicu utama tsunami di pasar modal ini adalah ketegangan geopolitik yang semakin memanas. Penutupan Selat Hormuz akibat perang Iran memaksa negara-negara produsen minyak utama di Timur Tengah untuk memangkas produksi mereka. Akibatnya, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak tajam sebesar 22,37% menjadi US$111,24 per barel, level tertinggi sejak Juli 2022. Lonjakan harga komoditas energi ini sontak memicu kekhawatiran akan terjadinya inflasi global dan perlambatan ekonomi, yang kemudian memicu aksi jual di pasar saham.
Sentimen negatif ini bergema kuat di seluruh pasar Asia. Bursa saham Jepang anjlok lebih dari 3.600 poin, sementara bursa Korea Selatan terpuruk lebih dari 7%. Di Taiwan, tekanan jual terasa begitu dahsyat sejak bel pembukaan.
Indeks langsung dibuka dengan gap penurunan lebih dari 1.200 poin, sebuah pertanda awal dari badai yang akan datang. Papan perdagangan dipenuhi warna merah, dengan sektor elektronik, keuangan, dan industri tradisional menjadi korban utama dari kepanikan investor.
Sebagai saham dengan bobot terbesar, kejatuhan raksasa semikonduktor TSMC menjadi motor penggerak utama dari keruntuhan pasar. Saham perusahaan chip global ini dibuka anjlok NT$115 dan sempat menyentuh level terendah di NT$1.770, atau turun NT$120 dari penutupan sebelumnya.
Penurunan drastis saham TSMC, yang merupakan yang terburuk dalam sejarahnya, memberikan kontribusi signifikan terhadap rekor penurunan poin indeks TAIEX, menciptakan hari yang akan selalu dikenang sebagai Senin Kelabu bagi para pelaku pasar di Taiwan.