Sebagai respons terhadap gejolak pasar energi global akibat konflik di Timur Tengah, Badan Energi Internasional (IEA) pada hari Kamis mengumumkan sebuah langkah intervensi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam sebuah berita kilat yang dirilis oleh kantor berita Reuters, IEA menyatakan akan melepaskan 400 juta barel cadangan minyak strategis (SPR) untuk menstabilkan pasokan dan harga di pasar dunia.
Langkah ini menandai pelepasan cadangan minyak terbesar yang pernah dilakukan dalam sejarah organisasi tersebut. Skala pelepasan kali ini secara signifikan melampaui rekor sebelumnya, yaitu 182 juta barel yang dilepaskan pada tahun 2022 sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.
Jumlah 400 juta barel ini lebih dari dua kali lipat dari total pelepasan yang dilakukan empat tahun lalu, menggarisbawahi tingkat kekhawatiran IEA terhadap situasi saat ini.
Dalam pernyataannya, IEA menyoroti bahwa konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah telah memberikan dampak besar pada pasar energi, dengan Asia menjadi kawasan yang paling rentan, terutama di pasar gas alam. Kekhawatiran akan gangguan pasokan yang lebih luas telah mendorong harga energi melonjak, mengancam stabilitas ekonomi global dan memberikan tekanan inflasi di banyak negara.
Proposal untuk pelepasan cadangan dalam skala masif ini telah mendapatkan persetujuan bulat dari 32 negara anggota IEA, menunjukkan adanya konsensus dan keseriusan bersama dalam menghadapi krisis ini.
IEA menyatakan bahwa mekanisme dan waktu pelepasan cadangan akan disesuaikan dengan kondisi dan prosedur di masing-masing negara anggota, memastikan implementasi yang efektif dan terkoordinasi untuk meredam dampak krisis energi.