Eskalasi ketegangan di Timur Tengah telah memicu lonjakan tajam harga bahan bakar penerbangan global, memaksa maskapai untuk menyesuaikan struktur biayanya. Cathay Pacific menjadi salah satu maskapai besar pertama yang mengumumkan kenaikan biaya tambahan bahan bakar untuk seluruh rute penerbangannya, yang akan mulai berlaku efektif pada 18 Maret 2026 mendatang.
Dalam pengumumannya, Cathay Pacific menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap harga bahan bakar yang telah meroket hingga hampir dua kali lipat sejak bulan Maret tahun ini. Kenaikan paling signifikan akan dirasakan oleh penumpang pada rute jarak jauh, di mana biaya tambahan untuk perjalanan pulang-pergi akan melonjak hingga HK$1.164, atau setara dengan sekitar NT$4.727.
Secara rinci, penyesuaian biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan jarak pendek akan naik lebih dari dua kali lipat, dari HK$142 menjadi HK$290. Sementara itu, untuk penerbangan jarak menengah, biayanya akan disesuaikan dari HK$264 menjadi HK$541. Kenaikan ini mencerminkan tekanan biaya operasional yang dihadapi industri penerbangan akibat volatilitas harga energi.
Pihak Cathay Pacific menegaskan bahwa perusahaan akan terus memantau tren harga bahan bakar secara berkala dan melakukan peninjauan terhadap tingkat biaya tambahan di masa mendatang. Langkah ini mengindikasikan bahwa biaya tiket penerbangan dapat terus berfluktuasi seiring dengan dinamika pasar energi global dan situasi geopolitik yang masih belum menentu.