Masyarakat diimbau untuk mewaspadai perbedaan suhu yang signifikan antara pagi dan malam hari, seiring dengan melemahnya gelombang udara dingin yang digantikan oleh pengaruh pendinginan radiatif yang kuat. Fenomena ini menyebabkan suhu pada dini hari anjlok secara drastis, dengan catatan terendah di dataran rendah mencapai 5C di Kota Guanxi, Hsinchu.
Menurut pakar klimatologi, Wu Der-rong (吳德榮), meskipun udara dingin telah melemah, langit yang cerah tanpa awan pada malam hari mempercepat pelepasan panas dari permukaan bumi, yang dikenal sebagai efek pendinginan radiatif. Kondisi ini akan terus berlanjut hingga akhir pekan, menyebabkan suhu pagi dan malam hari tetap terasa sangat dingin, bahkan di beberapa wilayah lokal bisa mencapai sekitar 10C.
Namun, situasi akan berbalik 180 derajat pada siang hari. Pengaruh tekanan tinggi kontinental akan membawa cuaca yang cerah dan kering, membuat suhu udara melonjak tajam. Wilayah utara Taiwan diperkirakan akan mencapai 25C, sementara wilayah tengah dan selatan Taiwan bahkan bisa menyentuh 28C hingga 30C, menciptakan perbedaan suhu harian yang sangat besar.
Kondisi cuaca yang cerah dan kering ini diprediksi akan bertahan stabil setidaknya selama satu minggu ke depan. Perubahan cuaca berikutnya diperkirakan baru akan terjadi pada hari Jumat pekan depan (20/3), ketika angin monsun timur laut bergerak ke selatan, yang berpotensi membawa hujan singkat dan sedikit penurunan suhu, terutama di wilayah utara dan timur Taiwan.