Sebagai dampak langsung dari meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah, Chunghwa Post (Pos Taiwan) telah mengumumkan penangguhan sementara penerimaan semua jenis airmail yang ditujukan ke 15 negara di kawasan tersebut dan sekitarnya. Kebijakan ini mulai berlaku efektif sejak 10 Maret untuk menjamin keamanan dan kepastian pengiriman.
Penangguhan ini mencakup negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Israel, Pakistan, Maladewa, Qatar, Arab Saudi, Azerbaijan, Oman, Kuwait, Yordania, Lebanon, Yunani, Mesir, dan Maroko. Keputusan ini diambil setelah sejumlah negara di wilayah konflik menutup wilayah udara mereka atau memberlakukan pembatasan ketat terhadap jadwal penerbangan, sehingga maskapai tidak dapat memberikan jaminan waktu pengiriman dan berisiko membuat kiriman tertahan dalam waktu yang tidak menentu.
Pihak kantor pos menyatakan bahwa sekitar 110 item kiriman yang telah diterima tetapi belum diekspor akan segera diproses untuk dikembalikan kepada pengirimnya. Masyarakat yang terdampak dapat mendatangi kantor pos asal pengiriman dengan membawa tanda terima untuk memproses pengembalian dana secara penuh.
Bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan pengiriman mendesak ke negara-negara yang terdampak, Chunghwa Post menyarankan untuk menggunakan layanan kurir alternatif seperti FedEx atau DHL. Layanan agen penerimaan untuk kedua perusahaan kurir internasional tersebut tersedia di berbagai kantor pos, yang mungkin masih memiliki jaringan untuk menjangkau beberapa tujuan di wilayah tersebut.