Eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia diperkirakan akan berdampak langsung pada biaya perjalanan udara. Sejumlah maskapai penerbangan telah memberi sinyal akan menaikkan harga tiket, dengan Cathay Pacific menjadi yang pertama mengumumkan penyesuaian biaya tambahan bahan bakar yang berlaku mulai 18 Maret 2026.
Menanggapi perkembangan ini, seorang pakar travelling di Taiwan mengeluarkan peringatan bahwa kenaikan harga oleh maskapai lain adalah sebuah keniscayaan. Ia memprediksi bahwa maskapai-maskapai besar Taiwan seperti China Airlines dan EVA Air akan segera mengikuti, dengan kenaikan yang ia sebut tanpa batas dan akan berlangsung setidaknya selama satu hingga dua bulan ke depan.
Menurut analisisnya, kenaikan harga akan bervariasi tergantung rute. Rute populer seperti ke Jepang dan Korea diperkirakan akan mengalami kenaikan signifikan, sementara rute jarak jauh ke Amerika dan Eropa akan merasakan dampak yang lebih besar lagi karena komponen biaya bahan bakar yang lebih tinggi. Ia memperkirakan tiket ke Eropa bahkan bisa menembus angka NT$40.000.
Berdasarkan proyeksi tersebut, ia memberikan saran tegas kepada masyarakat yang telah memiliki rencana perjalanan untuk paruh kedua tahun ini hingga awal tahun depan. Ia mengimbau untuk tidak menunda pembelian tiket dan segera mengamankannya selagi harga saat ini masih tersedia.
"Beli lebih awal lebih tenang," ujarnya, menekankan bahwa promo bersifat terbatas, sementara potensi kenaikan harga tidak memiliki batas atas.