Kementerian Kesehatan Lebanon kemarin (15/3) menyampaikan, perang 2 pekan antara Israel dan kelopmpok Hizbullah, serangan Israel mengakibatkan setidaknya 850 orang tewas di wilayah Lebanon.
AFP melaporkan, pernyataan dari Kementerian Kesehatan menunjuk, korban yang meninggal dunia mencakup 66 wanita, 107 anak-anak dan 32 tenaga medis, masih ada 2.105 yang luka-luka.
Dua pekan yang lalu, setelah Israel dan AS melancarkan serangan udare terhadap Iran, kini mengencarkan serangan garis pertempuran kedua di Lebanon Selatan untuk melawan kelompok militant Lebanon, Hizbullah.
Media milik pemerintah Lebanon dan pemerintah sebelumnya telah menyampaikan, banyak daerah di selatan sejak 14 Maret malam hari hingga keesokan pagi (15/3) mendapat serangan udara, dan mengakibatkan setidaknya 4 orang tewas.
Menjadi bagian dari “Axis of Resistance”, sebuah aliansi “sumbu perlawanan” yang terdiri dari kelompok-kelompok yang didukung Iran di berbagai wilayah Timur Tengah, termasuk kelompok bersenjata Palestina, Hamas.
Menurut dari sumber yang tidak membeberkan namanya menyampaikan kepada media AFP bahwa, serangan udara Israel di wilayah Sidon, Lebanon selatan, 15 maret pagi hari, mengakibatkan pejabat Hamas, Wissam Taha tewas.
Kota pesisir ini memiliki kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, dalam beberapa bulan terakhir, mendapat serangan dari Israel, yang menunjuk Hamas sebagai targetnya.