Baru-baru ini terjadi beberapa kali kebakaran di lahan rumput liar di Distrik Shalu, Kota Taichung, menurut pendataan dari Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Taichung, kebakaran di lahan rumput liar dan pemakaman pada tanggal 14-15 Maret 2026 terdapat 75 kasus yang dilaporkan, kebakaran yang terjadi di lokasi yang berbeda, bukan penyebaran api dari sumber satu titik, membuat petugas Damkar kewalahan.
Setelah festival Cap Goh Meh (perayaan Yuanxiao), banyak warga mulai berziarah makam, beberapa warga mengunggah di media sosial terkait kebakaran di lahan rumput liar di lerang bukit Shalu selama beberapa hari, saat melewati jalan tol nasional no.3, bisa menyaksikan kobaran api tersebut.
Petugas Damkar pada hari Senin ini (16/3) mengatakan, beberapa hari terakhir ini pihaknya mendapat banyak laporan terkait tempat pemakaman dan lahan rumput liar yang terjadi kebakaran, bukan akibat penyebaran api. Tempat pemakaman di Shalu pada tanggal 14 Maret pagi hari terjadi kebakaran di lahan rumput liar, terletak di sekitar KM 178 di jalan tol nasional no.3, petugas Damkar membutuhkan waktu kurang lebih 10 jam untuk memadamkan api. Selain itu, terjadi kebakaran di lahan rumput liar di KM 178 jalan tol nasional no.3 kemarin (15/3), hampir 1 jam memadamkan api, kemudian hari yang sama, pada sore di lokasi KM 178,9 juga terjadi kebakaran, membutuhkan waktu 3 jam untuk memadamkan api.

sejumlah kebakaran terjadi di lahan pemakaman di Kota Taichung. Damkar mengimbau warga yang berziarah makam untuk tidak sembarang membakar rumput liar, serta memperhatikan sisa-sisa api dari pembakaran kertas sembahyang, untuk mencegah terjadinya kebakaran. (foto: warga)
Menurut pendataan Pusat Komando Penyelamatan dan Pertolongan Dinas Pemadam Kebakaran bahwa, pihaknya mendapat laporan per tanggal 14-15 Maret, total ada 75 kasus kebakaran lahan rumput liar (termasuk limbah dan lahan pemakaman). Petugas Damkar mengatakan, pengendalian kobaran api hingga sisa-sisa api yang dipadamkan, rata-rata memakan waktu 5-6 jam ke atas, kadang-kadang api masih bisa menyala kembali, petugas Damkar sangat kewalahan, mereka tidak bisa beristirahat bahkan makan pun harus bergiliran.
Kebakaran ini juga memengaruhi kualitas udara, Dinas Perlindungan Lingkungan Pemerintah Kota Taichung memberikan pesan pengingat kepada warga melalui aplikasi LINE, pada tanggal 14 Maret kondisi konsentrasi PM2.5 di Distrik Dadu, Distrik Longjing, dan Distrik Qingshui cenderung meningkat akibat pengaruh kebakaran, mencatat angka tertinggi pada siang hari, kemudian konsentrasinya menurun dan kualitas udara menunjuk rambu “sedang”.
Damkar mengimbau warga, saat berziarah makam, jangan sembarangan membakar rumput liar dan diharapkan untuk memerhatikan sisa-sisa pembakaran seperti kertas sembahyangan, agar dapat menghindari terjadinya kebakaran. Jika ada pelanggaran yang mengakibatkan terjadinya kebakaran di lahan liar, maka berdasarkan peraturan hukum pemadam kebakaran, akan dikenakan denda maksimal NT$3.000.