(Taiwan, ROC) - Seiring dengan terus meningkatnya konflik di Timur Tengah, Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional Yuan Legislatif hari Senin (16 Maret) mengundang Kementerian Pertahanan Nasional (MND) untuk menghadiri sesi interpelasi dan memberikan laporan khusus bertajuk "Belajar dari konflik Amerika Serikat-Iran baru-baru ini, dan meninjau efektivitas sistem pertahanan udara anti-rudal, metode intersepsi berbiaya rendah, dan kemampuan penanggulangan drone Taiwan."
Melalui laporannya, MND menyatakan bahwa di masa depan, Tiongkok mungkin mengancam Taiwan dengan serangan jenuh "multi-gelombang, multi-rudal" yang serupa. Mengikuti instruksi Presiden, MND akan membangun "Taiwan Shield" (Perisai Taiwan) yang disebut "T-Dome", berkoordinasi dengan sistem pertahanan udara seperti Sky Bow IV, Patriot, dan NASAMS untuk menciptakan jaringan intersepsi berlapis, dan memperkenalkan kecerdasan buatan dan teknologi penanggulangan berbiaya rendah.
MND melanjutkan dalam laporannya, dalam konflik Timur Tengah baru-baru ini, kedua belah pihak melancarkan serangan gabungan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone, yang menunjukkan bahwa kemampuan penanggulangan rudal dan drone telah menjadi isu penting bagi sistem pertahanan udara.
MND menekankan bahwa untuk mencegah PKT menggunakan drone untuk menguras sumber daya pertahanan udara Taiwan, Angkatan Bersenjata ROC secara aktif mengembangkan kemampuan penanggulangan drone untuk memperkuat ketahanan pertahanan.
Menurut MND, angkatan bersenjata akan fokus pada tiga aspek: "memenuhi kebutuhan operasi pertahanan," "memperkuat kepercayaan publik terhadap pertahanan," dan "menunjukkan tekad untuk menjaga keamanan regional," guna sepenuhnya membangun "Perisai Taiwan".
Di akhir laporannya, MND kembali dengan sungguh-sungguh meminta dukungan publik untuk alokasi anggaran pertahanan khusus.