(Taiwan, ROC) - Terlepas dari dampak konflik Timur Tengah baru-baru ini terhadap harga minyak, tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan kemungkinan akan terus menunjukkan kinerja yang kuat tahun ini dan berpeluang cukup besar untuk mencapai 7,7%, terutama diuntungkan dari momentum ekspor yang kuat yang berkelanjutan.
Selama laporan bisnis dan sesi tanya jawab di Yuan Legislatif hari Senin (16 Maret), Menteri Dewan Pembangunan Nasional (NDC) Yeh Chun-hsien (葉俊顯) menyatakan bahwa perkiraan Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik (DGBAS) sebesar 7,7% itu masih berpeluang untuk tercapai, utamanya karena peningkatan berkelanjutan dalam belanja modal oleh penyedia layanan cloud (CSP) besar global, yang direvisi naik dari perkiraan awal sekitar US$610 miliar menjadi sekitar US$750 miliar, mendorong pertumbuhan berkelanjutan dalam ekspor Taiwan dan lebih lanjut merangsang investasi domestik dan aktivitas ekonomi; sementara volume perdagangan yang terus mencapai rekor tertinggi di pasar saham juga membantu meningkatkan konsumsi domestik.
Mengenai lampu indikator ekonomi yang tetap berada pada sinyal merah selama dua bulan berturut-turut pada bulan Januari, Yeh menyatakan bahwa didorong oleh ekspor yang kuat, lampu indikator tersebut memiliki peluang untuk tetap merah sepanjang tahun.
Yeh mengatakan, "Saya rasa lampu indikator ekonomi memiliki peluang untuk terus menunjukkan sinyal merah. Karena, jika membandingkannya dengan waktu yang sama tahun lalu, ekspor kita secara umum stabil, sedikit menurun setelah (Presiden Amerika Serikat Donald) Trump mengumumkan tarif resiprokal pada tanggal 2 April, tetapi kemudian pulih kembali. Jadi, dengan mempertimbangkan periode dasar, saya pikir tahun ini relatif optimis."
Mengenai potensi dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan energi, Yeh menyatakan bahwa saat ini pasokan gas alam cair (LNG) tidak bermasalah untuk Maret dan April, dan setelah itu akan menambah pembelian dari AS dan mendapatkan sebagian kuota tambahan dari Australia.
Mengenai minyak mentah, karena persediaan cadangan yang cukup, Taiwan untuk sekarang akan terus melakukan diversifikasi sumber impornya.