Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Forum Yushan 2026 Dibuka di Taipei, 70-an Pemimpin Politik dan Ekonomi dari 22 Negara Sama-sama Membahas Visi untuk Indo-Pasifik.

16/03/2026 16:58
Penulis & Editor: Maidin Hindrawan
Forum Yushan 2026 Dibuka di Taipei, 70-an Pemimpin Politik dan Ekonomi dari 22 Negara Sama-sama Membahas Visi untuk Indo-Pasifik.
Forum Yushan 2026 Dibuka di Taipei, 70-an Pemimpin Politik dan Ekonomi dari 22 Negara Sama-sama Membahas Visi untuk Indo-Pasifik.

(Taiwan, ROC) - Forum Yushan ke-9 resmi dibuka di Hotel Grand Mayfull Taipei pada hari Senin (16 Maret) dengan tema "Prospek Kemitraan Indo-Pasifik: Nilai, Teknologi, dan Ketahanan Taiwan."

Dijawalkan berlangsung dua hari, forum tahunan ini akan untuk pertama kalinya digabungkan dengan "Smart City Expo & Net Zero City Expo 2026" menjadi yang terbesar sepanjang sejarahnya, dengan lebih dari 70 pemimpin politik dan ekonomi internasional dari 22 negara yang berpartisipasi, termasuk mantan Presiden Polandia, Lech Wałęsa; mantan Wakil Presiden Filipina dan Wali Kota Naga City, Leni Robredo; mantan Perdana Menteri Fiji, Mahendra Chaudhry; Ketua Asosiasi Persahabatan Parlemen Jepang-Taiwan dan Ketua Komite Peninjauan Konstitusi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jepang, Keiji Furuya.

Menurut Kementerian Luar Negeri (MOFA) selaku pengorganisasi, tokoh-tokoh politik lain yang diundang ke forum tahun ini juga mencakup Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Paraguay, Gustavo Villate; Ketua Partai Reformasi Korea Selatan, Lee Joon-seok; mantan Menteri Perdagangan Inggris, Liam Fox; mantan Ketua Konferensi Keamanan Munich dan mantan Duta Besar Jerman untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Christoph Heusgen; mantan Duta Besar Kanada untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Jonathan Fried; dan sejumlah mantan pejabat tingkat kabinet dari Bulgaria, Lituania, Republik Ceko, Malaysia, dan Selandia Baru, serta mantan anggota parlemen dari Kanada, Filipina, Belanda, dan Singapura.

Presiden Lai Ching-te (賴清德) hadir dan menyampaikan pidato pada upacara pembukaan, menegaskan bahwa Taiwan akan memanfaatkan nilai tambah "demokrasi + ekonomi + teknologi" untuk memperkuat rantai pasokan dan ketahanan ekonomi bersama dengan mitra demokrasinya.

Lai menjelaskan bahwa Taiwan memiliki proses semikonduktor canggih terkemuka di dunia dan kemampuan desain IC yang kuat, dan akan secara aktif berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan tiga teknologi utama: fotonik silikon, teknologi kuantum, dan robotika.

Menurut Lai, baik itu membangun rantai pasokan semikonduktor non-besi global atau memimpin pengembangan teknologi global, Taiwan tidak akan absen, dan akan membentuk tim nasional di berbagai bidang untuk bekerja sama secara internasional.

Presiden Lai mengatakan, "Taiwan tidak hanya perlu membentuk tim nasional di berbagai bidang untuk terus meningkatkan kekuatan nasionalnya, tetapi juga perlu membentuk tim internasional untuk terus mengembangkan kekuatan persatuan dengan negara-negara lain, menjadikan dunia lebih stabil, makmur, dan berkelanjutan."

Presiden juga menegaskan kembali bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan merupakan elemen penting bagi keamanan dan kemakmuran global. Menghadapi perubahan geopolitik yang cepat dan meningkatnya intrusi zona abu-abu, Taiwan bertekad untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional, dan bersedia bekerja sama dengan kubu demokrasi untuk mengokohkan kekuatan pencegahan dan mencapai perdamaian melalui kekuatan.

Untuk tujuan ini, tegas Lai, Taiwan akan memperluas investasi pertahanannya, dengan anggaran pertahanan tahun ini mencapai 3,32% dari PDB dan diperkirakan akan mencapai 5% dari PDB pada tahun 2030; juga akan mempercepat pembangunan kemampuan perang asimetris dan meningkatkan ketahanan pertahanan seluruh masyarakat.

MOFA menunjukkan, Forum Yushan tahun ini akan melanjutkan inisiatif "Kebijakan Arah Selatan Baru+", mengeksplorasi kemitraan strategis dengan sekutu internasional untuk membangun kerja sama yang memiliki signifikansi strategis di Indo-Pasifik dan global, menjadikan "Taiwan yang Terpercaya" sebagai komponen yang sangat diperlukan untuk keamanan dan kemakmuran global.

Menurutnya, hari pertama forum akan menampilkan empat sesi pemerintah, masing-masing dipimpin oleh seorang menteri (atau wakil menteri) dari Kementerian Urusan Digital (MODA), Kementerian Perekonomian (MOEA), Kementerian Lingkungan (MOENV), dan Kementerian Dalam Negeri (MOI).

Forum Yushan adalah platform dialog regional yang diprakarsai oleh Taiwan. Tujuannya adalah untuk memperluas peluang kerja sama yang beragam, mempromosikan pertukaran ide, bakat, teknologi, dan masyarakat, serta memperdalam kemitraan antara Taiwan dan negara-negara Asia.

Setiap tahun, Forum Yushan mengundang para pemimpin politik, pakar, cendekiawan, inovator, dan perwakilan pemuda dari berbagai pelosok, terutama dari negara-negara yang memiliki pandangan serupa, untuk turut berpartisipasi dalam dialog.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解