Situasi di mana Taiwan dilabelkan sebagai “Tiongkok” atau “Taiwan Tiongkok” dalam sistem visa atau dokumen internasional kerap terjadi, Legislator dari partai oposisi Partai Kuomintang Ma Wen-chun (馬文君) hari ini (17/3) dalam rapat interpelasi di Yuan Legislatif langsung mengabsen Denmark dan Korea Selatan, dan mempertanyakan hasil negosiasi Kementerian Luar Negeri. Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) menanggapinya, untuk saat ini masih terus menegosiasikan, pemerintah telah mengunakan cara seperti meminta fasilitas dan perlakuan setara untuk kantor perwakilan Taiwan dan meminta bantuan dari negara sekutu, serta menegaskan akan terus mengupayakan perbaikan dengan prinsip “kesetaraan dan martabat”.
Surat kabar Berlingske Denmark dalam laporan sebelumnya membocorkan kalau pemerintah Denmark akan mengeluarkan kartu izin tinggal untuk orang Taiwan dengan catatan kewarganegaraan “Tiongkok”; Pemerintah Korea Selatan beberapa hari lalu dalam system kartu embarkasi elektronik (E-Arrival Card) untuk kolom “tempat keberangkatan” dan “tempat tujuan berikut” akan mengubah Taiwan menjadi “China (Taiwan)”, hal ini menarik perhatian dunia.
Legislator KMT Ma Wen-chun (馬文君) hari ini tanggal 17 Maret dalam rapat interpelasi di Yuan Legislatif mengemukakan, Denmark telah mengubah kewarganegaraan yang tercantum dalam kartu izin tinggal bagi orang Taiwan dari “Taiwan” menjadi “Tiongkok” sejak tahun 2024, hal ini masih belum terselesaikan meskipun telah melalui perdebatan panjang selama 2 tahun; Belakang ini kembali merebak sengketa visa elektronik Korea Selatan, untuk itu mempertanyakan tindakan nyata dan perkembangan dari Kementerian Luar Negeri.
Menteri Luar Negeri, Lin Chia-lung merespons, masih mendiskusikan terkait masalah penyantuman kewarganegaraan di Denmark, pihaknya telah mengadopsi cara penerapan perlakuan sama dengan kantor perwakilan Denmark di Taiwan dan meminta bantuan dari G7 dan negara-negara di Eropa, berharap dapat mendesak Denmark untuk menyelesaikan masalah ini.
Selain itu, Lin Chia-lung mengemukakan, melalui negosiasi lanjutan dari pihaknya, Korea Selatan telah menyetujui untuk tetap mempertahankan kartu embarkasi manual dan berlandaskan pada konsep kesetaraan, pihaknya juga menyesuaikan dengan mencantumkan sebutan “Korea Selatan” dalam catatan elektronik terkait. Lin Chia-lung mengatakan, “Sebenarnya mulai menggunakan sistem elektronik secara menyeluruh sejak 1 Feberuari, melalui negosiasi dengan pihak kami maka masih mepertahankan sistem manual selain elektronik, kamipun juga mencantumkan Korea Selatan dengan sebutan Korea Selatan, semua data kewarganegaraan di Taiwan menggunakan sebutan Korea Selatan.”