Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Denmak dan Korsel Cantumkan Taiwan dengan Nama “Tiongkok Taiwan”, Menlu: Akan Terus Menegosiasikan

17/03/2026 17:34
Penulis & Editor: Farini Anwar
 Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍)
Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍)

Situasi di mana Taiwan dilabelkan sebagai Tiongkok atau Taiwan Tiongkok dalam sistem visa atau dokumen internasional kerap terjadi, Legislator dari partai oposisi Partai Kuomintang Ma Wen-chun (馬文君) hari ini (17/3) dalam rapat interpelasi di Yuan Legislatif langsung mengabsen Denmark dan Korea Selatan, dan mempertanyakan hasil negosiasi Kementerian Luar Negeri. Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) menanggapinya, untuk saat ini masih terus menegosiasikan, pemerintah telah mengunakan cara seperti meminta fasilitas dan perlakuan setara untuk kantor perwakilan Taiwan dan meminta bantuan dari negara sekutu, serta menegaskan akan terus mengupayakan perbaikan dengan prinsip “kesetaraan dan martabat”.

 

Surat kabar Berlingske Denmark dalam laporan sebelumnya membocorkan kalau pemerintah Denmark akan mengeluarkan kartu izin tinggal untuk orang Taiwan dengan catatan kewarganegaraan “Tiongkok”; Pemerintah Korea Selatan beberapa hari lalu dalam system kartu embarkasi elektronik (E-Arrival Card) untuk kolom “tempat keberangkatan” dan “tempat tujuan berikut” akan mengubah Taiwan menjadi “China (Taiwan)”, hal ini menarik perhatian dunia.

 

Legislator KMT Ma Wen-chun (馬文君) hari ini tanggal 17 Maret dalam rapat interpelasi di Yuan Legislatif mengemukakan, Denmark telah mengubah kewarganegaraan yang tercantum dalam kartu izin tinggal bagi orang Taiwan dari Taiwan menjadi Tiongkok sejak tahun 2024, hal ini masih belum terselesaikan meskipun telah melalui perdebatan panjang selama 2 tahun; Belakang ini kembali merebak sengketa visa elektronik Korea Selatan, untuk itu mempertanyakan tindakan nyata dan perkembangan dari Kementerian Luar Negeri.  

 

Menteri Luar Negeri, Lin Chia-lung merespons, masih mendiskusikan terkait masalah penyantuman kewarganegaraan di Denmark, pihaknya telah mengadopsi cara penerapan perlakuan sama dengan kantor perwakilan Denmark di Taiwan dan meminta bantuan dari G7 dan negara-negara di Eropa, berharap dapat mendesak Denmark untuk menyelesaikan masalah ini.

 

Selain itu, Lin Chia-lung mengemukakan, melalui negosiasi lanjutan dari pihaknya, Korea Selatan telah menyetujui untuk tetap mempertahankan kartu embarkasi manual dan berlandaskan pada konsep kesetaraan, pihaknya juga menyesuaikan dengan mencantumkan sebutan “Korea Selatan” dalam catatan elektronik terkait. Lin Chia-lung mengatakan, “Sebenarnya mulai menggunakan sistem elektronik secara menyeluruh sejak 1 Feberuari, melalui negosiasi dengan pihak kami maka masih mepertahankan sistem manual selain elektronik, kamipun juga mencantumkan Korea Selatan dengan sebutan Korea Selatan, semua data kewarganegaraan di Taiwan menggunakan sebutan Korea Selatan.”

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解