Menanggapi topik Bagaimana Taiwan Menjadi Solusi Kemakmuran Bersama di Bawah
Taiwan justru adalah mitra terpercaya bagi dunia. Seperti efek nilai tambah Demokrasi + Ekonomi + Teknologi yang diajukan oleh Presiden Lai Ching-te (賴清德), Taiwan berkomitmen untuk menciptakan kemakmuran dengan siklus positif, serta bergandengan tangan memajukan demokrasi, perdamaian dan kemakmuran dunia.
Forum Yushan ke-9 pada Selasa hari ini (17/3) mengadakan Dialog Meja Bundar Berwawasan ke Depan Indo-Pasifik, dengan tema Bagaimana Taiwan Menjadi Solusi Kemakmuran Bersama di Bawah Persaingan Geostrategis. Acara hari ini mengundang pejabat dan akademisi dari negara-negara Kebijakan Baru ke Arah Selatan, seperti India, Singapura dan Malaysia, serta negara-negara lainnya, seperti Jerman dan Polandia untuk berdiskusi.
Wakil Menteri MOFA, Chen Ming-chi, mengawali pembicaraan dengan menjelaskan situasi terkini. Ia menyatakan bahwa invasi Rusia ke Ukraina telah memasuki tahun ke-5, perang Iran menyebabkan ketidakpastian lebih lanjut pada ekonomi global, dan ancaman Tiongkok juga terus mempengaruhi perdamaian serta stabilitas kawasan.
Chen Ming-chi menunjukkan Taiwan adalah anggota tak tergantikan dalam ekonomi digital dunia. Pusat data, selular dan produk lainnya membutuhkan cip buatan Taiwan. Namun, sisi rantai pasokan menghadapi banyak tantangan, di mana persaingan tidak lagi terbatas pada pasar, tetapi juga terkait dengan nilai dan aturan.
Chen Ming-chi mengatakan, “Namun persaingan geostrategis tidak hanya membawa risiko, tetapi juga menciptakan kebutuhan akan mitra terpercaya. Seperti yang dikatakan oleh Presiden Lai Ching-te dalam pidato pembukaan, Taiwan telah siap memimpin tim internasional melalui 3 pilar utama yaitu demokrasi, ekonomi dan teknologi. Kebijakan Baru ke Arah Selatan adalah peta bagi kami. Melalui pendalaman hubungan dengan ASEAN, Asia Selatan dan sekutu demokrasi, Taiwan berkomitmen pada diversifikasi pasar, bersama-sama menciptakan kemakmuran dengan siklus positif.”
Ashok Malik, yang pernah menjabat sebagai penasihat kebijakan di Kementerian Luar Negeri India, sangat setuju dengan pentingnya diversifikasi, serta mengakui kekuatan Taiwan di bidang ekonomi dan teknologi tinggi. Menurutnya, kemampuan inovasi dan teknologi terkait sangat layak dipelajari oleh dunia.
Mantan Ketua Konferensi Keamanan Munich Jerman, Christoph Heusgen, memberikan 4 saran kepada Taiwan, yaitu mementingkan keamanan, pasar terbuka, daya saing ekonomi, serta menjaga hubungan erat dengan pihak luar. Terutama mengenai isu keamanan, Christoph Heusgen berpendapat bahwa ini adalah prioritas Taiwan. “Kalian perlu untuk meningkatkan anggaran pertahanan,” tutup Christoph Heusgen.