Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Wapres Hsiao: Tiga Keunggulan Taiwan Memperdalam Kerja Sama Internasional dan Bersama Menyediakan Keamanan Kawasan

17/03/2026 17:41
Penulis & Editor: Farini Anwar
Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) hadir dalam jamuan makan siang Forum Yushan tanggal 16 Maret 2026. (Foto: CNA)
Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) hadir dalam jamuan makan siang Forum Yushan tanggal 16 Maret 2026. (Foto: CNA)

Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) hadir dalam jamuan makan siang Forum Yushan kemarin (16/3), dalam kata sambutannya menyampaikan, menghadapi lingkungan internasional yang rumit dan penuh ketidakpastian seperti sekarang ini, kerja sama mitra yang dapat saling percaya menjadi semakin penting. Wakil Presiden Hsiao menegaskan, Taiwan akan dengan 3 keunggulan yaitu “nilai, ketahanan dan teknologi” memperdalam kerja sama dengan masyarakat internasional, meningkatkan kemampuan teknologi dan semikonduktor, membangun rantai pasokan yang dapat dipercaya, mempromosikan kebebasan dan keamanan kawasan.

 

Forum Yushan 2026 tema “Masa Depan Kemitraan Indo Pasifik: NIlai, Teknologi dan Ketahanan Taiwan” yang berlangsung selama 2 hari dimulai pada tanggal 16 Maret di Taipei.

 

Wakil Presiden Hsiao Bi-khim dalam kata sambutannya, pertama-tama dengan santai membicarakan nilai “Taiwan”, beliau menyampaikan, Taiwan adalah sebuah negara dengan sistem demokrasi yang penuh dengan vitalistas, yang dibangun di atas kebebasan, hukum politik dan keterbukaan dalam keikutsertaan masyarakat, ini semua yang menjadi metode Taiwan berhubungan dan berinteraksi dengan dunia, yang juga membuat Taiwan menjadi mitra yang terpercaya bagi negara-negara yang menjunjung keterbukaan dan bertanggung jawab atas kerja sama perdamaian.

 

Selanjutnya membicarakan “ketahanan” Taiwan. Wakil Presiden Hsiao Bi-khim menyampaikan, menghadapi bencana alam seperti gempa bumi, angin topan dan bencana lainnya dengan frekwensi yang cukup sering, Taiwan sendiri telah membangun ketahanan dalam pencegahan bencana, dan cakupan ketahanan saat ini tidak hanya untuk bencana alam melainkan juga ketahanan dalam menghadapi tantangan keamanan masyarakat, hantaman ekonomi dan ancaman informasi dan internet. Untuk itu Presiden Lai Ching-te mengusung prakarsa “Ketahanan Seluruh Masyarakat” dengan konsep inti, ketahanan negara tidak dapat hanya bergantung pada kemampuan tentara militer, melainkan membutuhkan keikutsertaan dan kesiapan dari seluruh masyarakat.

 

Wapres juga membicarakan unsur ketiga dari hubungan kemitraan Taiwan dengan Indo Pasifik yaitu “keunggulan teknologi”. Beliau menyampaikan, seiring dengan semakin membaurkan kecerdasan buatan dalam perekonomian dan keamanan global sehingga rantai pasokan teknologi menjadi penting, kemampuan teknologi Taiwan yang tidak saja memberikan dukungan bagi inovasi baru global, juga berkontribusi dalam menstabilkan rantai pasokan, Hsiao Bi-khim merasa bahwa kemitraan Taiwan dan kawasan Indo Pacific dalam bidang pengembangan kecerdasan buatan, keamanan data, fasilitas dasar digital dan telekomunikasi generasi berikut serta lainnya, semua ini masih memiliki ruang untuk memperdalam kerja sama melalui hubungan kemitraan pemerintah dan lembaga penelitian industri, kerja sama ini semua akan dapat memberikan dukungan bersama bagi teknologi inovasi baru dan ketahanan.

 

Pada akhir kata sambutannya, Wakil Presiden Hsiao Bi-khim menyampaikan, keunggulan Taiwan dalam nilai, ketahanan dan teknologi secara keseluruhan dapat memberikan landasan kuat yang nyata bagi hubungan kemitraan internasional, Taiwan berharap dapat terus mengandeng tangan bekerja sama dengan mitra di kawasan Indo Pacifik, memperkokoh ketahanan, mendukung inovasi baru, bersama-sama mempromosikan sebuah kawasan yang bebas dan aman.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解