Meluasnya perang di Timur Tengah tidak hanya memengaruhi transportasi energi, tetapi juga berdampak pada pasokan bahan baku pupuk global. Menanggapi hal ini, Menteri Pertanian (MOA) Chen Jun-ji (陳駿季) pada Rabu (18/3) di Yuan Legislatif menyatakan bahwa sumber bahan baku pupuk Taiwan terus didiversifikasi. Saat ini, pasokan dapat dipastikan aman untuk 6 hingga 8 bulan ke depan. Selain itu, jika perang terus berlanjut dan harga pupuk melonjak, pihaknya pasti akan berkoordinasi dengan Taiwan Fertilizer Co., Ltd. untuk menstabilkan harga sebisa mungkin, dan jika diperlukan, pemerintah akan menanggung selisih harga yang ada.
Komite Ekonomi Yuan Legislatif pada Rabu (18/3) mengundang Menteri Pertanian Chen Jun-ji untuk memberikan laporan kerja dan menjawab pertanyaan. Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memicu perang di Timur Tengah, dan pertempuran yang telah berlangsung lebih dari setengah bulan ini belum juga mereda, sehingga memengaruhi transportasi energi internasional dan pupuk kimia yang melewati Selat Hormuz.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Chen Jun-ji, menekankan bahwa sumber pupuk Taiwan terus didiversifikasi dan tidak hanya bergantung pada satu sumber di Timur Tengah. Berdasarkan inventarisasi saat ini, pasokan setidaknya aman hingga bulan Agustus, bahkan bisa mencukupi hingga bulan Desember.
Chen Jun-ji mengatakan, "Untuk bagian urea ini, termasuk nitrogen, fosfor, dan kalium, berdasarkan stok saat ini dan yang sudah berada di laut menuju Taiwan, kira-kira dapat memasok hingga bulan Agustus. Untuk pupuk kalium dapat memasok hingga bulan Oktober, dan bagian batuan fosfat dapat memasok hingga bulan Desember."
Chen Jun-ji menyatakan bahwa jika perang berlangsung terlalu lama, hal itu pasti akan memengaruhi biaya pengiriman dan pupuk. Selain pemerintah dan Taiwan Fertilizer akan mencari pasokan dari negara lain, jika harga naik, MOA juga pasti akan bernegosiasi dengan Taiwan Fertilizer untuk mencari cara menstabilkan harga. Mekanisme untuk tidak menaikkan harga pernah diaktifkan selama pandemi Covid-19 di masa lalu, dan pemerintah akan berupaya menanggung selisih harga guna menstabilkan harga.
Chen Jun-ji menunjukkan bahwa selama masa pandemi lalu, situasi hambatan pelayaran lebih parah daripada sekarang, dan pemerintah sudah memiliki pengalaman dalam menanganinya. Pemerintah akan terus memantau sumber pupuk serta harga komoditas kedelai, gandum, dan jagung di tempat asal, dan akan mengaktifkan langkah-langkah pendukung terkait jika diperlukan.