Suasana pagi di Kota Taipei pada Sabtu, 21 Maret 2026, terasa berbeda dari biasanya. Sejak fajar menyingsing, arus manusia dengan pakaian terbaik mereka mulai mengalir memadati kawasan Sun Yat-sen Memorial Hall. Salah satu ikon sejarah paling penting di Taiwan ini berubah menjadi lautan jamaah yang didominasi oleh warga negara Indonesia. Momen ini menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan akhir pekan. Ini merupakan waktu yang sangat berharga bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas pekerjaan dan merayakan hari kemenangan di tanah perantauan, yakni Bumi Formosa.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Kota Taipei kali ini diselenggarakan dalam dua kloter guna mengakomodasi antusiasme jamaah yang membludak. Kloter pertama dimulai tepat pada pukul 07:00 pagi, disusul oleh kloter kedua pada pukul 08:00 pagi. Meski matahari baru saja muncul dan udara pagi masih terasa cukup menyengat, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat para WNI.
Para jamaah datang dengan langkah tegap dan wajah yang memancarkan kebahagiaan, membawa sajadah serta perlengkapan shalat demi menunaikan kewajiban setelah satu bulan penuh menjalani ibadah puasa di negeri orang.
Pemandangan di pelataran Sun Yat-sen Memorial Hall sungguh menyejukkan hati. Wajah-wajah sumringah tampak di setiap sudut, mencerminkan rasa syukur dan kelegaan setelah berhasil melewati ujian menahan lapar dan dahaga di tengah kesibukan bekerja di Taiwan. Warna-warni busana muslim dan mukena yang dikenakan para jamaah seolah memberi warna baru pada lanskap kota Taipei pagi hari ini, menciptakan harmoni yang indah antara budaya Indonesia dan suasana modern Taiwan.
Segera setelah rangkaian shalat dan khutbah selesai dihelat, suasana khidmat berubah menjadi penuh keceriaan. Para jamaah tidak langsung beranjak pulang, melainkan saling berkerumun untuk saling mengucapkan selamat lebaran dan bermaaf-maafan. Gelak tawa dan pelukan hangat antar sesama perantau menjadi pemandangan yang mengharukan. Bagi banyak WNI, momen ini adalah pengobat rindu yang paling mujarab terhadap keluarga di kampung halaman.
Meskipun terpisah jarak ribuan kilometer dari tanah air, kehangatan yang tercipta di antara sesama WNI di Taipei membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam merayakan kemenangan. Di bawah bayang-bayang gedung pencakar langit dan monumen bersejarah Taiwan, semangat kekeluargaan tetap terjaga dengan erat, menjadikan perayaan Idul Fitri tahun ini sebagai kenangan indah yang akan selalu diingat oleh mereka yang sedang berjuang di negeri Formosa.