Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Wakil Presiden: Berharap Taiwan dan AS Bahu-membahu Menjaga Keunggulan Perkembangan Teknologi, Mendorong Gelombang Inovasi Berikutnya

25/03/2026 13:21
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Wakil Presiden: Berharap Taiwan dan AS Bahu-membahu Menjaga Keunggulan Perkembangan Teknologi, Mendorong Gelombang Inovasi Berikutnya (YT)
Wakil Presiden: Berharap Taiwan dan AS Bahu-membahu Menjaga Keunggulan Perkembangan Teknologi, Mendorong Gelombang Inovasi Berikutnya (YT)

Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) pada Rabu pagi hari ini (25/3) menyampaikan pidato melalui rekaman video dalam simposium tahunan Forum Capitol Hill dan Lembah Silikon di Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa bertepatan dengan perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada tahun ini, Taiwan juga menyambut peringatan 30 tahun pemilihan presiden secara langsung. Ia menekankan bahwa kebebasan bukan sekadar nilai yang luhur, melainkan juga landasan bagi transformasi teknologi dan semangat kewirausahaan. Taiwan dan AS akan bahu-membahu menjaga keunggulan perkembangan teknologi, mendorong gelombang inovasi berikutnya, serta memastikan kemakmuran dan kebebasan dunia.

Istana Kepresidenan merilis siaran pers yang menyatakan bahwa Wakil Presiden Hsiao Bi-khim menyampaikan pidato melalui rekaman video di simposium tahunan Forum Capitol Hill dan Lembah Silikon di Amerika Serikat. Dalam pidatonya, ia memaparkan empat aspek utama, yaitu Status Keamanan Taiwan, Dari Ekshibisi Menuju Pengerahan, Membangun Pilar Fisik Inovasi, dan Kemitraan yang Dapat Diandalkan. Ia menjelaskan bagaimana Taiwan mengambil tindakan nyata dan meraih hasil di berbagai bidang seperti perdamaian global, kepemimpinan teknologi, dan ketangguhan demokrasi.

Wakil Presiden Hsiao pertama-tama menyinggung soal keamanan Taiwan. Ia menyatakan bahwa Taiwan telah lama berada di bawah tekanan Tiongkok di berbagai lini, mulai dari wilayah udara dan laut, keamanan siber, perang informasi, hingga pemaksaan ekonomi. Saat ini, Taiwan tengah mengambil tindakan tegas, termasuk terus meningkatkan anggaran pertahanan, secara strategis berfokus pada sistem asimetris, platform mandiri, dukungan logistik, dan pembangunan ketangguhan. Taiwan juga sedang mempercepat pelatihan pasukan dan kesiapsiagaan pertahanan sipil.

Wakil Presiden juga menyatakan bahwa berbagai inisiatif baru untuk memperdalam kerja sama Taiwan-AS yang terus digulirkan telah memberikan semangat besar bagi Taiwan. Sebagai contoh, klausul baru dalam Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) AS yang mendukung pengembangan bersama kemampuan sistem pesawat tak berawak (UAS) dan sistem anti-drone (Counter-UAS).

Hal ini melambangkan bahwa kedua belah pihak telah beralih dari sekadar hubungan jual-beli tradisional menjadi kemitraan industri pertahanan yang sesungguhnya. Langkah ini membuka jalan bagi Taiwan yang melampaui sekadar transaksi komersial, memungkinkan sistem industri nasional untuk terintegrasi dengan rantai produksi yang terdesentralisasi dan tangguh.

Selain itu, Wakil Presiden menyatakan bahwa meskipun Taiwan merupakan pemain baru di bidang antariksa, Taiwan dipastikan tidak akan absen. Perusahaan-perusahaan Taiwan, dengan keahlian mereka di bidang manufaktur presisi, fotonik, elektronik, dan integrasi sistem, telah bersiap sedia untuk menjadi motor penggerak pengembangan teknologi antariksa generasi mendatang. Ia menunjukkan bahwa pada bulan Januari tahun ini, Institut Penelitian Teknologi Industri (ITRI) Taiwan menjalin kemitraan dengan Asosiasi Sistem Tak Berawak Internasional (AUVSI) AS, menjadikannya institusi non-AS pertama yang diberi wewenang untuk menyertifikasi drone berdasarkan program Green UAS.

Selain itu, Taiwan juga tengah mengadopsi dan memperluas proses Sertifikasi Model Kematangan Keamanan Siber (CMMC) guna membantu perusahaan industri pertahanan memenuhi standar keamanan siber tertinggi. Di saat yang sama, perusahaan swasta Taiwan juga telah memelopori perumusan standar keamanan siber peralatan manufaktur semikonduktor global (SEMI E187) untuk memastikan keutuhan rantai pasokan manufaktur teknologi global.

Wakil Presiden juga menunjukkan bahwa pada tingkat strategis yang lebih makro dan proaktif, pemerintah Taiwan telah meluncurkan Sepuluh Proyek Pembangunan Infrastruktur AI Baru. Teknologi robotik AI di dalamnya akan memastikan integrasi yang mulus antara industri Taiwan dan AS, guna memenuhi permintaan global akan komponen yang aman.

Wakil Presiden lebih lanjut menyatakan bahwa Taiwan telah berkomitmen bahwa perusahaan swasta akan secara mandiri berinvestasi sebesar US$250 miliar di Amerika Serikat, serta memberikan jaminan kredit dari pemerintah untuk memperluas skala manufaktur semikonduktor canggih dan AI di AS. Taiwan juga berharap dapat berpartisipasi dalam deklarasi Pax Silica yang dipimpin oleh AS, serta bergandengan tangan dengan mitra yang memiliki kesamaan nilai untuk mendorong infrastruktur AI global.

Terakhir, Wakil Presiden menyatakan bahwa Taiwan saat ini berada pada titik balik sejarah yang krusial. Bertepatan dengan perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada tahun ini, Taiwan juga menyambut peringatan 30 tahun pemilihan presiden secara langsung. Kebebasan bukan sekadar nilai yang luhur, melainkan juga sebuah jalan hidup, serta landasan yang memandu semangat kewirausahaan yang tak kenal takut. Ia menekankan bahwa dalam ekosistem inovasi global, Taiwan dan AS bukanlah pesaing, melainkan mitra yang tak terpisahkan dan saling melengkapi. Taiwan dan AS akan bahu-membahu menjaga keunggulan perkembangan teknologi, mendorong gelombang inovasi berikutnya, serta memastikan kemakmuran dan kebebasan dunia.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解