Perwakilan Taiwan untuk Israel, Abby Lee (李雅萍) baru-baru ini menerima wawancara eksklusif dengan saluran televisi Israel Channel 10. Ia menyatakan bahwa rantai pasokan teknologi kritis dunia tidak dapat berjalan tanpa Taiwan, dan menyerukan agar Israel memperkuat kerja sama teknologi dengan rantai pasokan non-merah Taiwan.
Kantor Perwakilan Taiwan di Israel merilis siaran pers yang menyebutkan bahwa Abby Lee menjalani wawancara eksklusif dengan saluran televise Channel 10.
Pembawa acara, Nikolay Taleisnik, memperkenalkan kepada pemirsa bahwa meskipun Taiwan berada di bawah bayang-bayang ancaman agresi Tiongkok, kinerja ekonominya sangat cemerlang dan terus menanjak. Dukungan Taiwan terhadap Israel tidak pernah surut, dan kedua negara memiliki keunggulan ekonomi, perdagangan, serta teknologi yang saling melengkapi, sehingga prospek kerja samanya sangat menjanjikan.
Pembawa acara bertanya mengenai prediksi Bank of America bahwa pertumbuhan ekonomi Taiwan pada tahun 2026 diperkirakan akan bertahan di angka 8%, mengungguli negara-negara lain di dunia, dan apa rahasia di baliknya.
Abby Lee menjelaskan bahwa gelombang pertumbuhan ini utamanya didorong oleh tren Kecerdasan Buatan (AI) dunia. Ekspor semikonduktor dan produk elektronik Taiwan terus melonjak, dengan perkiraan nilai ekspor produk industry sepanjang tahun dapat mencapai US$660 miliar.
Abby Lee menekankan bahwa posisi terdepan Taiwan di bidang semikonduktor dan teknologi global merupakan hasil dari kekuatan riset ilmiah mendalam yang diakumulasikan melalui kegigihan yang luar biasa. Pencapaian ini dilandasi oleh energi inovasi yangn dipupuk dalam masyarakat yang demokratis dan bebas, bukan sesuatu yang terjadi dalam semalam, dan tidak mudah ditiru oleh negara lain.