Gejolak di Timur Tengah telah berdampak pada pasokan global bahan baku petrokimia, kekhawatiran terkait dengan laporan kekurangan dan harga bahan baku plastik di Taiwan, Menteri Perekonomian Kung Ming-hsin kemarin (25/3) mengatakan, telah menghubungi produsen utama petrokimia hulu, para produsen tersebut menyampaikan pihaknya akan terus memasok, meskipun produksi mungkin sedikit menurun, tetapi tidak ada kekurangan. Jika bisnis hilir tertentu melaporkan kesulitan dalam memperoleh bahan baku, Kementerian Perekonomian bersedia turun tangan untuk membantu.
Direktur Jenderal Badan Pengembangan Industri, Kementerian Perekonomian, Chiu Chiu-hui (邱求慧)mengatakan, telah berkoordinasi dengan produsen petrokimia domestik utama untuk memprioritaskan pasokan domestik dan menangguhkan ekspor untuk memastikan pasokan yang stabil. Namun, baru-baru ini, terdapat fenomena “penangguhan pengiriman”, meminta pelaku bisnis untuk tidak menimbun atau menahan penjualan, agar tidak mengganggu ketertiban pasar atau bahkan melanggar hukum.
Komite Ekonomi Yuan Legislatif mengundang Menteri Perekonomian Kung Ming-hsin dan pejabat terkait untuk memberikan laporan bisnis. Anggota kaukus independen Chen Chao-ming (陳超明) saat sidang interpelasi mempertanyakan, apakah terjadi kekurangan bahan baku petrokimia, karena pelaku usaha mengeluhkan kesulitan dalam membeli bahan baku plastik dan produsen hulu enggan menyebutkan harga.
Selama sidang interpelasi, anggota kaukus DPP Tsai Yi-yu (蔡易餘)menunjukkan, kekurangan bahan baku telah berdampak pada sektor pertanian, sebagai contoh: petani mengalami kekurangan dan kenaikan harga yang signifikan untuk bahan kemasan seperti kotak plastik tomat, sehingga mereka memiliki daya tawar yang rendah. Ia juga mempertanyakan apakah spekulasi dan penimbunan terjadi di pasar.
Chiu Chiu-hui merespons, dampak konflik Timur Tengah, Kementerian Perekonomian telah segera mengkoordinasikan pasokan dari pabrik-pabrik petrokimia utama. Saat ini, semua pabrik utama telah berjanji untuk memprioritaskan pasokan kepada produsen domestik dan telah menangguhkan ekspor.
Bersamaan itu, Badan Pengembangan Industri, saat memantau arus pasar, menemukan bahwa meskipun kapasitas produksi hulu stabil, beberapa distributor menengah menunda pengiriman, yang menyebabkan kekurangan pasokan di hilir.
Chiu Chiu-hui menekankan bahwa jika penimbunan terjadi disengaja atau operasi bisnis yang tidak semestinya ditemukan, maka pelanggaran ini akan diproses secara hukum. Tsai Yi-yu juga meminta Kementerian Perekonomian untuk mengaktifkan penyelidikan guna mengklarifikasi apakah penimbunan dan spekulasi telah terjadi, untuk memastikan stabilitas pasar.
Selain itu, Menko Kung Ming-hsin mengatakan, Departemen Perdagangan Kementerian Perekonomian telah menghubungi saluran distribusi untuk memahami situasi pasokan aktual. Jika kekurangan dikonfirmasi, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan mitra hulu dan hilir untuk menjaga pasokan bahan baku dan kebutuhan sehari-hari yang stabil.