Presiden Lai Ching-te pada hari Kamis ini (26/3) mengemukakan, Taiwan memainkan peran penting dalam rantai pasokan global bahkan dianggap sebagai “jantung dunia”. Seiring dengan munculnya era AI, Taiwan yang memiliki keunggulan semikonduktor, terus mengekspor chip tercanggih, sebagai sokongan pengembangan berbagai aplikasi teknologi, menjadi kekuatan inti demi kemakmuran generasi berikutnya.
Film dokumenter “Gilded Silicon: The Crystal Heart of AI” untuk pertama kali ditayangkan, dalam sambutannya, Presiden Lai Ching-te merinci performa ekonomi Taiwan yang membanggakan, ia mengatakan, Taiwan adalah negara kecil yang memiliki banyak gunung, kekurangan sumber daya, namun melalui upaya kalangan industri, pemerintah, akademisi, dan penelitian, Taiwan menempati peringkat ke-22 di antara ekonomi global, ke-7 di pasar saham global, dan pendapatan per kapita telah melampaui US$40.000, melampaui negara tetangga Jepang dan Korea Selatan.
Presiden Lai menekankan, industri teknologi canggih Taiwan sangat kuat dan menjadi kunci perekonomian. Pembuatan chip, pengujian pengemasannya cukup terkenal dan nomor satu di dunia, pada tahun ini nilai produksi semikonduktor diprediksikan mencapai NT$7,7 trilyun, hal ini menunjukkan Taiwan berperan penting dalam era AI.
Presiden Lai mengatakan, Taiwan memiliki sumber daya teknologi yang berlimpah, diibaratkan dengan “tanah yang dipenuhi dengan tambang emas”, menghasilkan industri chip yang penting. Taiwan memegang posisi penting dalam rantai pasokan teknologi canggih, bahkan dijuluki sebagai “jantung dunia”. Presiden Lai mengatakan, “manufaktur teknologi canggih Taiwan menjadikan Taiwan sebagai jantung dunia di era AI masa depan, jika membahas fungsi jantung, seharusnya pengalaman saya lebih banyak dari pada semua orang di sini. Jantung memompa darah ke seluruh tubuh, tanpa fungsi jantung, manusia tidak dapat bertahan hidup. Jantung yang berlapis kristal bisa memproyeksi chip-chip tercanggih, chip yang akan membawa kemakmuran bagi generasi manusia berikutnya."
Mengenai kebijakan investasi, Presiden Lai mengatakan, selain memberikan kredit pajak investasi, Taiwan terus mengoptimalkan lingkungan investasi secara keseluruhan, menawarkan insentif bagi investasi domestik dan asing. Raksasa teknologi seperti Nvidia, Google, dan AMD telah membangun kehadiran di Taiwan.
Lebih lanjut, Presiden Lai mengatakan, Taiwan kini menjadi bagian dari "rantai pasokan non-merah" yang dipimpin AS dan telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan AS, memberikan Taiwan perlakuan paling menguntungkan berdasarkan Pasal 232. Baru-baru ini, nota kesepahaman tentang kerja sama inovasi industri ditandatangani dengan Prancis, dan perjanjian perdagangan digital ditandatangani dengan Inggris dan Jepang, meningkatkan keunggulan kompetitif Taiwan.
Pemerintah telah mengumumkan 10 Inisiatif Infrastruktur AI Baru. Presiden Lai mengatakan, bertujuan untuk membina 500.000 SDM bertalenta AI, dengan fokus pada pengembangan teknologi kunci seperti fotonik silikon dan komputasi kuantum, dan membantu UKM dalam menyelesaikan transformasi digital mereka, menjadikan Taiwan sebagai pulau AI dan beralih dari “penyedia teknologi canggih” menjadi “pencipta nilai masa depan”.