(Taiwan, ROC) Wakil Presiden Hsiao Bii-khim pada hari Kamis ini (20/6) menghadiri International Medical Health Care Expo 2024, dalam sambutannya Hsiao Bii-khim mengatakan Taiwan yang menghadapi populasi penuaan, angka kelahiran rendah, tekanan perawatan segala usia, krisis tenaga medis dan lainnya, maka harus lebih fokus agar sektor kesehatan Taiwan terus terdepan, bagaimana subsidi untuk sektor medis, mengharapkan agar industri ICT Taiwan, peralatan mesin dan sistem layanan kesehatan yang berstandar tinggi, dipadukan dengan teknologi AI, membentuk kluster industri baru, menjadikan industri perawatan kesehatan Taiwan sebagai gunung pelindung.
Acara pembukaan International Medical Health Care Expo 2024, salah satu penyelenggara Ketua Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan (TAITRA) James Huang (黃志芳) mengemukakan, pameran kali ini secara menyeluruh menyisipkan teknologi AI, berporoskan “koridor peralatan kesehatan” , “kedokteran cerdas”, dan. “perawatan segala usia”, menampilkan rumah sakit cerdas dan program solusi perawatan di rumah, menarik 280 perusahaan dari 10 negara yang ikut serta, sebanyak 460 stand, dibandingkan dengan pameran sebelumnya ada peningkatan 10%, sudah ada lebih dari 800 buyer dari berbagai negara sudah mendaftar terlebih dulu, sangat menantikan peluang bisnis.
Hsiao Bii-khim mengatakan, “Saya yakin perawatan kesehatan kami akan menjadi gunung pelindung, kami akan membentuk kluster industri baru yang penting, sedangkan lintas kluster industri akan berintegrasi dengan industri ICT Taiwan, peralatan mesin, berintegrasi dengan sistem layanan kesehatan Taiwan yang berstandar tinggi, saat bersamaan juga berintegrasi dengan berbagai uji klinis pada tubuh manusia, menyisipkan kecanggihan AI dan menjadi kerangka kebijakan terdepan, membuat industri kami ini menjadi titik penerang baru bagi Taiwan.”
Hsiao Bii-khim menekankan, AI membawa banyak peluang eksplosif, juga membawa risiko, terutama berdampak pada perlindungan data privasi tentang informasi kesehatan, oleh karena itu dengan menyisipkan AI dalam uji klinis tubuh manusia seiring dengan perkembangan obat-obatan dan bahan medis baru yang membawa peluang baru, data baru, dan informasi baru, pemerintah perlu merumuskan peraturan yang lebih bijaksana dan berwawasan ke depan.