Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Kelas Khusus Kerja Sama Akademik dan Industri, 66% Lulusan Bekerja di Taiwan

01/04/2026 13:27
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Kelas Khusus Kerja Sama Akademik dan Industri, 66% Lulusan Bekerja di Taiwan (CNA)
Kelas Khusus Kerja Sama Akademik dan Industri, 66% Lulusan Bekerja di Taiwan (CNA)

Pemerintah Taiwan memperluas penerimaan pelajar asing untuk belajar dan bekerja di Taiwan beberapa tahun terakhir ini, di antaranya “kelas khusus kerja sama Akademik dan Industri Negara Kebijakan Baru ke Selatan” yang telah meluluskan 8 angkatan pelajar, di mana 66% dari lulusan ini melanjutkan bekerja dan tinggal di Taiwan, menjadi tenaga talenta yang dibutuhan bagi industri Taiwan.

Menteri Pendidikan Cheng Ying-yao (鄭英耀) memberikan laporan situasi kerja di Yuan Legislatif pada hari ini (1/4), untuk menyesuaikan kebijakan Memperkuat Populasi Imigran Baru dari Dewan Pengembangan Nasional, untuk itu Kementerian Pendidikan beberapa tahun terakhir ini mengelar kelas khusus kerja sama antara akademi dan industri untuk pelajar dari Negara Kebijakan Baru Menuju ke Selatan, merekrut pelajar dari negara-negara tersebut untuk datang ke Taiwan, dan melalui kelas pembinaan dan pelatihan khusus agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan budaya kerja di Taiwan sehingga dapat langsung bekerja di perusahaan Taiwan begitu mereka lulus.

Berdasarkan statistik terbaru Kementerian Pendidikan, telah mendidik pelajar dari negara target Kebijakan Baru ke Arah Selatan sebanyak 29.345 pelajar di 56 sekolah selama tahun ajaran 2017 – 2024; untuk 1 semester di tahun ajaran 2025 menerima 3.149 pelajar di 90 kelas.

Terhitung hingga sekarang, lulusan dari kelas khusus selama 8 periode sebanyak 6.128 pelajar, 4.692 orang di antaranya telah bekerja, tingkat rata-rata mencapai77%, dari data memperlihatkan sebanyak 4.019 orang (66%) tinggal dan bekerja di Taiwan, hanya 673 orang (11%) yang kembali pulang ke negara asalnya.

Mengenai tidak adanya pekerjaan bagi lulusan dari kelas khusus pelatihan, data dari Kementerian Pendidikan menunjukkan, ada 520 orang (8%) yang melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, 916 orang (5%) kembali pulang ke negara asal atau tengah mencari pekerjaan yang sesuai.

Menteri Pendidikan mengungkapkan akan berupaya sekuat tenaga untuk menjaga pelajar-pelajar ini, Kementerian Pendidikan telah membangun saluran konsultasi pelajar asing, tersedia dalam 4 bahasa yaitu Mandarin, Inggris, Vietnam dan Indonesia, dan akan menyediakan kotak surat online. Selain itu juga akan memberikan bantuan staf pembina bagi pelajar internasional dan menyediakan pelatihan pelajar di industri terkait mulai tahun ajaran 2025.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解