Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Pidato Perang Trump Jatuhkan Harga Emas, Analis Proyeksikan Potensi Penurunan Hingga US$3.800  

03/04/2026 13:33
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Pidato Perang Trump Jatuhkan Harga Emas, Analis Proyeksikan Potensi Penurunan Hingga US$3.800 (Donald Trump)
Pidato Perang Trump Jatuhkan Harga Emas, Analis Proyeksikan Potensi Penurunan Hingga US$3.800 (Donald Trump)

Sebuah pidato bernada perang yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara dramatis membalikkan arah pasar emas dunia. Janjinya untuk meraih kemenangan telak dalam konflik melawan Iran seketika memicu aksi jual besar-besaran, membuat harga logam mulia tersebut anjlok lebih dari 3% dan menembus level psikologis penting.

Sebelum pidato tersebut disiarkan, pasar sebenarnya bergerak dalam tren positif. Harga emas sempat merangkak naik hingga menyentuh level US$4.800 per ons. Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi para investor bahwa Presiden Donald Trump akan menggunakan kesempatan tersebut untuk mengumumkan de-eskalasi atau bahkan pengakhiran operasi militer di Timur Tengah. Para pelaku pasar telah memposisikan diri untuk menyambut berita damai.

Namun, harapan tersebut pupus seketika. Di luar dugaan, Donald Trump justru menegaskan sikap yang lebih keras dan mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan melancarkan serangan yang lebih intensif dalam beberapa minggu mendatang. Perubahan retorika yang drastis dari damai menjadi perang ini sontak memicu kepanikan di pasar. Investor yang tadinya bertaruh pada perdamaian berbalik arah dan melepas aset aman (safe haven) mereka, menekan harga emas hingga jatuh di bawah US$4.650,3 per ons.

Dampak dari eskalasi ketegangan ini tidak hanya dirasakan oleh emas. Komoditas logam mulia lainnya juga ikut terseret ke zona merah. Harga perak tercatat anjlok sebesar 3,2%, sementara harga platina juga mengalami penurunan signifikan sebesar 1,7%. Fenomena ini menunjukkan bahwa sentimen penghindaran risiko telah menyebar luas di kalangan investor komoditas.

Menyikapi gejolak ini, analis teknikal senior Avi Gilburt memberikan proyeksi yang suram untuk pergerakan emas ke depan. Ia berpendapat bahwa konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah akan terus menjadi beban bagi harga emas. Menurut analisisnya, logam mulia ini berisiko untuk terus merosot, bahkan berpotensi menembus level US$4.000 per ons. Dalam skenario terburuk, Gilburt memproyeksikan harga emas bisa mendekati level US$3.800.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解