Nama besar raksasa ritel asal Prancis, Carrefour, akan segera menjadi kenangan di Taiwan. Menyusul akuisisi penuh oleh Uni-President Enterprises Corporation, seluruh gerai Carrefour di Taiwan akan mengalami proses pergantian nama (rebranding) total. Sebagai langkah awal, pihak manajemen kini tengah menggelar program cuci gudang besar-besaran untuk seluruh produk merek sendiri (private label) Carrefour.
Fenomena obral murah ini pertama kali diungkap oleh seorang netizen di sebuah grup Facebook, yang menemukan pengumuman resmi tertempel di area perbelanjaan. Pengumuman tersebut menginformasikan adanya diskon khusus untuk ribuan item produk merek Carrefour, mulai dari makanan ringan, kebutuhan sehari-hari, hingga produk kecantikan. Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini sebelum produk-produk tersebut hilang dari peredaran.
Perubahan monumental ini merupakan tindak lanjut dari akuisisi yang terjadi pada tahun 2023, di mana kontrak lisensi penggunaan merek dagang Carrefour dari perusahaan induk di Prancis telah berakhir.
Kabar ini sontak memicu gelombang nostalgia di kalangan pelanggan setia. Banyak yang mengungkapkan rasa kehilangan dan berbondong-bondong mengabadikan momen terakhir dengan rak-rak produk berlogo Carrefour. "Nama di struk belanja sudah diganti, struk dengan nama Carrefour kini benar-benar telah menjadi sejarah," tulis seorang netizen, menandai akhir dari sebuah era.
Meskipun nama perusahaan telah berubah, nama merek yang akan terpampang di papan nama gerai masih dalam proses penentuan. Menurut informasi yang beredar, pihak Uni-President telah mengadakan pemungutan suara internal untuk memilih nama baru. Rencananya, seluruh papan nama gerai di Taiwan akan diganti secara serentak pada pertengahan tahun 2026, yang akan menjadi penanda resmi berakhirnya perjalanan merek Carrefour di industri ritel Taiwan.