Mulai 1 April 2026, para penjemput di Bandara Internasional Taoyuan harus lebih waspada dan disiplin. Sebuah mata elang berbasis kecerdasan buatan (AI) kini telah resmi diaktifkan untuk mengawasi setiap pergerakan kendaraan di area penjemputan kedatangan.
Sistem penegakan hukum berteknologi tinggi ini akan secara otomatis menindak setiap kendaraan yang berhenti menunggu (ngetem) melebihi batas waktu toleransi tiga menit, dengan ancaman denda yang tidak main-main, yakni hingga NT$1.200.
Aturan baru yang digagas oleh Biro Kepolisian Penerbangan ini merupakan jawaban atas masalah kemacetan kronis yang sering terjadi di jalur penjemputan Terminal 1 dan Terminal 2.
Selama ini, banyak kendaraan yang berhenti terlalu lama, menunggu penumpang yang belum keluar, sehingga menyebabkan antrean panjang dan menghambat arus lalu lintas. Setelah melalui masa sosialisasi selama tiga bulan, sistem ini kini memasuki tahap penjatuhan sanksi penuh.
Cara kerja sistem ini sepenuhnya otomatis dan tanpa campur tangan manusia secara langsung. Kamera-kamera canggih yang dilengkapi dengan teknologi AI akan terus memantau area penjemputan. Ketika sebuah kendaraan terdeteksi berhenti di lokasi terlarang, sistem akan mulai menghitung waktu. Jika kendaraan tersebut tidak bergerak setelah tiga menit, kamera akan secara otomatis mengambil gambar plat nomor dan bukti pelanggaran lainnya. Data ini kemudian akan langsung dikirimkan ke pusat data kepolisian untuk proses penilangan.
Pemberlakuan aturan ini bertepatan dengan dimulainya periode libur panjang Festival Qing Ming, yang selalu diwarnai dengan lonjakan signifikan jumlah penumpang. Momen ini menjadi uji tekanan pertama bagi efektivitas sistem baru tersebut. Pihak berwenang berharap, dengan adanya ancaman denda yang pasti, para pengemudi akan lebih patuh, hanya berhenti sejenak untuk menaikkan penumpang yang sudah siap, dan segera meninggalkan area tersebut.
Langkah modernisasi penegakan hukum ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan bandara yang lebih tertib, lancar, dan efisien. Bagi para pengguna jasa bandara, ini berarti mereka harus mengubah kebiasaan lama.
Koordinasi yang baik antara penjemput dan penumpang menjadi kunci. Penumpang disarankan untuk baru menghubungi penjemputnya setelah mereka benar-benar siap di titik penjemputan, guna menghindari pelanggaran yang tidak perlu dan memastikan kelancaran arus lalu lintas bagi semua pengguna.