Terkait dengan ketidakpastian pasokan energi yang disebabkan oleh perang internasional, berbagai negara telah mengambil langkah-langkah jangka pendek untuk menyesuaikan struktur pembangkit listrik mereka guna meningkatkan fleksibilitas pengiriman gas alam dan memastikan pasokan listrik yang stabil. Kementerian Ekonomi Taiwan menyatakan pada 6 April, bahwa pihaknya telah menginstruksikan Taipower untuk sementara melakukan penyesuaian produksi listrik Unit 1 dan 3 di Pembangkit Listrik Mailiao, menekankan bahwa meskipun produksi listrik tenaga batu bara ditingkatkan dalam jangka pendek, konsumsi batu bara tahunan Taipower tidak akan melebihi tingkatan di tahun lalu.
Taipower menyampaikan, pemerintah saat ini sedang melakukan segala upaya untuk mengalokasikan gas alam, dan pasokan gas domestik tetap mencukupi, dengan semua unit pembangkit beroperasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun, konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah terus berdampak pada pasokan energi internasional,.Beberapa fasilitas gas alam penting terpengaruh oleh perang dan menghadapi kesulitan untuk melanjutkan produksi dalam jangka pendek, yang memperburuk risiko pasokan gas alam cair (LNG).
Taipower menunjukkan, mempertimbangkan keamanan energi nasional, berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Tailan, dan Filipina telah melakukan langkah-langkah darurat seperti menyesuaikan struktru pembangkit listrik dan meningkatkan pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) untuk mengatasi dampak pasokan gas alam yang tidak stabil dan harga gas alam yang tinggi terhadap harga listrik dan mata pencaharian masyarakat.
Taipower menjelaskan, karena masa depan konflik di Timur Tengah yang tidak pasti, untuk membantu CPC Corp. meningkatkan fleksibilitas pengiriman gas alam selanjutnya, pihaknya pun merujuk pada praktik negara-negara tetangga, meningkatkan pembangkit listrik tenaga batu bara dalam jangka pendek, dan mulai menegosiasikan pembelian listrik dari Pembangkit Listrik Mailiao untuk memenuhi permintaan mulai bulan Mei mendatang.
Taipower menyatakan, unit 1 dan 3 dari Pembangkit Listrik Mailiao saat ini merupakan milik swasta, memiliki izin operasi dan lisensi listrik sehingga beroperasi secara legal. Pembangkit listrik tersebut juga telah dilengkapi dengan peralatan perlindungan lingkungan seperti pengendap elektrostatik basah, yang membantu mengurangi emisi polusi udara. Taipower akan terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah, memantau perubahan situasi internasional, dan menyesuaikan strategi responsnya untuk memastikan pasokan listrik nasional yang stabil.