Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Cheng Li-wun Berkunjung ke Tiongkok, Kuan Bi-ling Beri Komentarnya

07/04/2026 14:13
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Cheng Li-wun Berkunjung ke Tiongkok, Kuan Bi-ling Beri Komentarnya (CNA)
Cheng Li-wun Berkunjung ke Tiongkok, Kuan Bi-ling Beri Komentarnya (CNA)

Ketua Partai Kuomintang (KMT) Cheng Li-wun (鄭麗文) Selasa hari ini (7/4) memimpin delegasi berkunjung ke Tiongkok. Namun, menurut laporan media asing, Tiongkok baru-baru ini tanpa memberikan penjelasan apa pun, telah menetapkan area udara lepas pantai yang luas sebagai zona terlarang, dan tidak menetapkan batas ketinggian vertikal. Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Urusan Kemaritiman (OAC) Kuan Bi-ling (管碧玲) mengecam keras frekuensi gangguan militer komunis terhadap Taiwan yang melonjak tajam dari tahun ke tahun. Ia balik bertanya apakah KMT ingin menjadi kelinci jinak di dalam Kandang Taiwan, atau singa buas yang bersiap tempur.

Ketua KMT Cheng Li-wun memimpin delegasi berkunjung ke Tiongkok, dan diperkirakan akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jin-ping (習近平). Media asing Wall Street Journal melaporkan bahwa Tiongkok sejak tanggal 27 Maret hingga 6 Mei 2026 mempertahankan zona Notice to Airmen (NOTAM) di Laut Kuning dan Laut Tiongkok Timur, serta tidak menetapkan batas ketinggian vertikal. Pesawat yang memasuki ruang udara yang ditetapkan tersebut mungkin akan menghadapi bahaya dan pembatasan.

Menanggapi hal ini, Ketua OAC Kuan Bi-ling menyatakan bahwa selama lebih dari tiga tahun memimpin OAC, ia melihat Tiongkok terus-menerus mengganggu garis tengah Selat Taiwan, melakukan patroli rutin di Kinmen, mengganggu perairan terlarang dan terbatas Taiwan, serta mulai mengganggu pantai timur Taiwan sejak Oktober 2023, dan secara rutin menggunakan kapal perang, kapal penjaga pantai, dan kapal dinas untuk mengepung Taiwan.

Selain itu, Kantor Urusan Taiwan (TAO) Tiongkok dengan arogan mengatakan "Tidak ada Perisai Taiwan, yang ada hanyalah Kandang Taiwan".

Kuan Bi-ling menunjukkan bahwa Taiwan tidak melakukan apa pun, hanya saja pada tahun 2016 memilih presiden yang tidak diinginkan oleh Tiongkok, yang kemudian terpilih kembali pada tahun 2020, serta kunjungan mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan, Tiongkok pun terus-menerus menekan Taiwan selangkah demi selangkah.

Ia menekankan bahwa Taiwan adalah pemerintah yang bebas dan demokratis serta merupakan negara yang berkontribusi bagi seluruh dunia, tetapi Tiongkok justru tanpa alasan melancarkan 7 kali latihan militer terhadap Taiwan, menggunakan "Kandang Taiwan" untuk mengurung Taiwan di dalamnya.

Ia balik bertanya apakah kunjungan Cheng Li-wun ke Tiongkok ingin menjadi kelinci jinak yang pasrah atau singa buas yang bersiap tempur.

Kuan Bi-ling juga menyatakan bahwa saat Komunike Lien-Hu diterbitkan pada tahun 2005, ia telah menegaskan perlunya memprioritaskan bantuan bagi Taiwan untuk berpartisipasi dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Nota Kesepahaman yang kemudian ditandatangani antara PKT dan WHO sebenarnya adalah racun berbalut gula. Nota kesepahaman tersebut menuliskan bahwa Taiwan berpartisipasi dalam WHO dengan status Provinsi Taiwan, Tiongkok, dan Chinese Taipei hanyalah simbol yang digunakan selama Majelis Kesehatan Dunia (WHA).

Kuan Bi-ling menunjukkan bahwa inilah perdamaian yang ditemukan oleh KMT setelah dipermainkan oleh Tiongkok, dan juga merupakan hal yang tidak ingin dihadapi oleh delegasi KMT. Ia pun balik bertanya apakah kunjungan Cheng Li-wun ke Tiongkok kali ini dilakukan dengan postur memperjuangkan perdamaian masa depan, atau berkunjung ke Tiongkok dengan perdamaian model WHO.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解