Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) pada Senin kemarin (6/4) telah secara resmi memberikan persetujuannya, membawa Taiwan kembali ke dalam jajaran negara bebas demam babi Afrika (African Swine Fever/ASF). Presiden Lai Ching-te (賴清德) menyatakan bahwa berkat kerja sama seluruh pihak, Taiwan mampu melampaui berbagai tantangan melalui persatuan. Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat ketahanan pencegahan epidemi, secara mantap mendorong industri ini melangkah ke kancah internasional, dan membawa kelezatan daging babi Taiwan kembali mendunia.
Kementerian Pertanian (MOA) menyatakan bahwa Taiwan lebih awal mendapatkan persetujuan dari WOAH untuk memulihkan statusnya sebagai zona bebas demam babi Afrika yang dideklarasikan secara mandiri. Taiwan juga kembali menjadi satu-satunya negara di Asia yang berstatus bebas dari tiga penyakit babi utama, yakni penyakit mulut dan kuku (PMK), demam babi klasik (Classical Swine Fever/CSF), dan demam babi Afrika (ASF).
Melalui unggahan di laman Facebook pribadinya, Presiden Lai menyatakan bahwa keberhasilan lolos dari proses tinjauan yang ketat dalam waktu singkat ini berakar pada sistem dan profesionalisme yang telah dibangun Taiwan sejak lama. Dari pemantauan hingga respons, dari perbatasan hingga sektor industri, Taiwan selangkah demi selangkah membangun kapasitas pencegahan dan karantina epidemi yang sejalan dengan standar internasional. Hal ini tidak hanya berhasil menjaga garis pertahanan, tetapi juga memenangkan kepercayaan dunia internasional.
Presiden menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah milik setiap mitra yang teguh pada posisinya dan berkontribusi bersama. Ia mengucapkan terima kasih yang tulus kepada para peternak babi, jajaran pemerintahan, petugas pencegahan dan karantina epidemi, serta para pakar dan akademisi yang terlibat. Berkat profesionalisme dan kegigihan semua pihak, babi Taiwan berhasil dilindungi dengan sukses.
Ia menambahkan, ucapan terima kasih juga patut ditujukan kepada seluruh rakyat. Kedisiplinan dan kerja sama dalam setiap perjalanan keluar masuk negara, serta setiap pemahaman dan dukungan terhadap upaya pencegahan epidemi, merupakan elemen yang tak terpisahkan dari kukuhnya garis pertahanan ini.
Kepala Negara menegaskan, justru karena kerja sama dan sinergi semua pihak, Taiwan mampu melampaui berbagai rintangan dengan semangat persatuan. Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat ketahanan pencegahan epidemi dan secara mantap mendorong industri ini berekspansi ke pasar global.
Selain itu, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) juga mengunggah tulisan bertajuk Terima Kasih di akun Facebook miliknya. Ia menyatakan bahwa kegigihan para peternak babi di seluruh negeri, dipadukan dengan kerja sama yang efisien dan tak kenal lelah, telah berhasil memenangkan tantangan ini bersama-sama. Daging babi Taiwan yang berkualitas tinggi pun akan segera kembali meramaikan pasar internasional.