Pertemuan Cheng - Xi akan segera digelar. Kepala Biro Keamanan Nasional (NSB), Tsai Ming-yen (蔡明彥) pada Rabu hari ini (8/4), memperingatkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) menggunakan taktik tekanan damai dan perang, untuk kemudian memecah belah Taiwan.
Di balik setiap kegiatan pertukaran lintas selat, kemungkinan besar terdapat motif operasi politik dan front persatuan. Mengenai penetapan lima zona wilayah udara oleh PKT di Zhejiang, Tsai Ming-yen menyatakan tidak menutup kemungkinan hal itu merupakan upaya untuk menguji pengaruh Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik menjelang Pertemuan Trump – Xi pada bulan Mei mendatang.
Ketua Partai Kuomintang (KMT), Cheng Li-wun (鄭麗文), memimpin delegasi berkunjung ke Tiongkok pada 7 April 2026, dan dijadwalkan akan melangsungkan Pertemuan Cheng – Xi, dengan Sekretaris Jenderal Komite Sentral PKT Xi Jin-ping (習近平) pada 10 April 2026.
Saat diwawancarai di Yuan Legislatif pada Rabu hari ini (8/4), Kepala NSB Tsai Ming-yen mengingatkan bahwa PKT terus menggunakan taktik tekanan damai dan perang demi mencapai tujuan memecah belah internal Taiwan. Oleh karena itu, pihak Taiwan harus mewaspadai setiap kegiatan pertukaran lintas selat.
Tsai Ming-yen menerangkan, di satu sisi PKT menggunakan metode seperti gangguan zona abu-abu untuk menciptakan atmosfer ancaman perang yang mencekam. Di sisi lain, melalui berbagai kegiatan pertukaran lintas selat, mereka mendorong tawaran perdamaian yang dikendalikan oleh PKT. Tujuan di baliknya bukan hanya untuk mendongkrak suara haluan pro-Tiongkok di internal Taiwan, melainkan juga berupaya memecah belah kerja sama Taiwan dengan Amerika Serikat.
Mengenai penetapan lima zona wilayah udara oleh PKT di lepas pantai Zhejiang yang berlaku hingga 6 Mei 2026, Tsai Ming-yen menunjukkan bahwa tujuan penetapan tersebut sepertinya untuk menguji aktivitas pesawat asing di wilayah udara terkait. Selain itu, pihak Taiwan juga mencatat adanya pesawat intai AS yang memasuki wilayah udara tersebut pada 6 April 2026 kemarin, sehingga tidak menutup kemungkinan hal ini akan berkaitan dengan Pertemuan Trump – Xi yang akan digelar pada pertengahan Mei mendatang.
Terkait kabar keterlibatan mantan asisten anggota legislator Partai DPP dalam kasus spionase komunis, Tsai Ming-yen menjelaskan bahwa kasus-kasus spionase semacam itu hampir seluruhnya dibongkar oleh NSB. Begitu ditemukan bukti terkait, kasusnya langsung dilimpahkan ke kejaksaan untuk diselidiki. Mengingat kasus ini telah memasuki proses peradilan, NSB merasa tidak pantas untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai detail kasus tersebut.