Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) dengan status utusan khusus presiden memimpin rombongan delegasi perdagangan mengunjungi Kepulauan Marshall, negara sahabat diplomatik di Pasifik. Hari ini (8/4) memberikan laporan penjelasan perkembangan terbaru melalui media social. Lin Chia-lung secara khusus menginspeksi lokasi pembangunan gedung parlemen baru Kepulauan Marshall dan menyampaikan, Taiwan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mendanai pembangunan gedung parlemen baru ini dan berharap pembangunan dapat berjalan dengan lancar.
Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung memimpin rombongan berkunjung ke Kepulauan Marshall, dalam media social FB nya, Lin Chia-lung mengunggah artikel yang menyampaikan, mengikuti tradisi setempat, tempat perhentian pertama adalah makam pendiri Kepulauan Marshall Amata Kabua untuk memberikan penghormatan dan karangan bunga, setelah itu baru mendatangani Kantor Kepresidenan untuk menyerahkan surat utusan khusus ke Presiden Hilda C. Heine.
Hilda C. Heine menyampaikan bahwa beliau sangat memandang pentingnya persahabatan diplomatik Taiwan dan Kepulauan Marshall, berharap kedua negara dapat terus memperdalam kerja sama di berbagai bidang. Lin Chia-lung berterima kasih kepada pemerintah yang dipimpin Hilda C. Heine yang terus memperluas hubungan bilateral kedua belah pihak, sehingga masyarakat di kedua negara dapat semakin makmur, juga berharap kedatangannya kali ini dapat lebih memperdalam perdagangan dan investasi di berbagai bidang, memberikan lebih banyak hasil kerja sama.
Lin Chia-lung bersama dengan Ketua Parlemen Marshall Brenson Wase menginspeksi pembangunan gedung parlemen. Gedung yang sempat dilanda banjir sehingga mengalami kerusakan parah, Lin Chia-lung menyampaikan, Taiwan akan bersama Amerika Serikat untuk mendanai pembangunan gedung parlemen yang baru ini.
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada tanggal 20 September 2025 mengumumkan “US Partnership with the Republic of the Marshall Islands” menyediakan dana bantuan terkait. Disebutkan juga bahwa Amerika Serikat bekerja sama dengan Taiwan untuk bersama memberikan bantuan kepada Kepulauan Marshall sebesar US$8,3 juta sebagai bantuan dalam mengantikan pesawat yang sudah tua dari Marshall Island Airlines, guna memperkuat jalinan transportasi antar pulau-pulau terpencil.