Ketika menerima kunjungan dari “Delegasi Tim Persahabatan Taiwan dari Republik Latvia” Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) kemarin (7/4) menyampaikan, meskipun jarak antara Taiwan dan Latvia sangat jauh, tetapi kedua belah pihak sama-sama berupaya untuk memperkokoh nilai demokrasi dan kebebasan dalam menghadapi tantangan geopolitik, berharap dapat terus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang di masa mendatang.
Dalam pers rilis yang dikeluarkan Istana Persiden kemarin malam mengemukakan, dalam kata sambutan Wakil Presiden Hsiao Bi-khim ketika menerima kunjungan dari “Delegasi Tim Persahabatan Taiwan dari Republik Latvia”, dalam pidatonya menyampaikan, walaupun jarak antara Taiwan dan Republik Latvia sangatlah jauh, posisinya bukan di kawasan yang sama, meskipun demikian keduanya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai bidang khususnya dalam memperkuat system demokrasi pada situasi dalam menghadapi tantangan geopolitik.
Wapres Hsiao Bi-khim mengemukakan, Taiwan tidak pernah melihat kebebasan yang ada sekarang ini sebagai suatu hal yang apa adanya, juga beranggapan menjaga kebebasan dan demokrasi merupakan hal yang sangat penting, dan akan terus memperkuat kemampuan pertahanan diri dan keamanan negara.
Wakil Presiden Hisao Bi-khim beranggapan, Taiwan dan Lituania seharusnya memperkuat kerja sama dalam pertahanan diri, sistem drone, kecerdasan buatan dan lainnya, terlebih industri semikonduktor Taiwan menempati posisi kunci dalam semikonduktor global, selain itu juga memainkan peran penting sekaligus memimpin dalam perangkat keras kecerdasan buatan. Taiwan berharap dapat menggunakan keunggulan ini untuk memperkuat kemampuan pertahanan keamanan nasionalnya, mempertahankan nilai-nilai berharga juga berharap dapat terus memperdalam kerja sama dengan Republik Latvia.