Warga di Taiwan diimbau untuk bersiap menghadapi gelombang panas yang tidak biasa di bulan April, dengan suhu udara yang diprediksi akan melonjak drastis layaknya puncak musim panas. Mulai Kamis hari ini (9/4), cuaca di seluruh negeri akan memasuki periode stabil dan terik yang akan berlangsung hingga pekan depan.
Di tengah anomali cuaca panas ini, sebuah gangguan tropis di Samudra Pasifik juga terus menguat dan diperkirakan akan segera berkembang menjadi Taifun Sinlaku, yang diprediksi akan melakukan manuver putar balik tajam yang dramatis.
Pakar klimatologi, Wu Der-romg (吳德榮), dalam analisis terbarunya mengungkapkan bahwa Taiwan akan berada di bawah pengaruh massa udara selatan yang kuat selama beberapa hari ke depan. Kondisi ini akan menciptakan cuaca yang sangat stabil, cerah, namun diiringi suhu yang sangat tinggi.
Mulai hari ini hingga Selasa pekan depan (14/4), suhu udara di siang hari akan terasa menyengat, dengan potensi menembus angka 35C di sebagian besar wilayah. Puncaknya diperkirakan terjadi esok hari, di mana suhu tertinggi di seluruh Taiwan diprediksi dapat mencapai 36C atau lebih. Ini juga menjadi angka yang jarang tercatat di bulan April.
Masyarakat di seluruh wilayah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas ekstrem ini. Wu Der-romg secara khusus mengingatkan pentingnya perlindungan dari paparan sinar matahari langsung, terutama pada jam-jam puncak antara pukul 10 pagi hingga 2 siang.
Memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi juga menjadi kunci untuk menjaga kesehatan selama periode gelombang panas ini berlangsung. Sementara itu, di pagi hari, beberapa wilayah seperti Taoyuan, Hsinchu, hingga Kinmen dan Matsu berpotensi diselimuti kabut tebal yang dapat mengurangi jarak pandang.
Di sisi lain, perhatian para ahli cuaca juga tertuju pada sebuah depresi tropis yang berada di sebelah tenggara Guam. Sistem ini menunjukkan penguatan yang signifikan dan diperkirakan akan secara resmi dinamai Taifun Sinlaku pada esok hari (10/4). Menariknya, baik model prakiraan cuaca Eropa maupun Amerika Serikat sama-sama memprediksi jalur pergerakan yang sangat tidak biasa. Taifun ini disimulasikan akan melakukan manuver putar balik yang tajam di tengah lautan.
Meskipun titik beloknya masih bervariasi antar model, satu hal yang pasti adalah jaraknya akan sangat jauh dari Taiwan, sehingga tidak akan menimbulkan dampak langsung.
Fenomena ini sejalan dengan data iklim historis yang sering disebut sebagai kutukan taifun April, di mana badai yang terbentuk di bulan ini cenderung tidak menerjang Taiwan.