Menteri Pertahanan Wellington Koo bertemu dengan delegasi dari Satuan Tugas Keamanan Nasional DPR AS, yang dipimpin oleh Ketua Zach Nunn, dan Senator Jim Banks kemarin (8/4). Wellington Koo mengatakan, penjualan senjata AS ke Taiwan merupakan kekuatan kunci dalam meningkatkan kemampuan pertahanan diri Taiwan, ia berterima kasih kepada AS karena telah menyelesaikan proses pemberitahuan kepada Kongres terkait beberapa item penjualan senjata dan berharap dalam segera terealisasikan, untuk memfasilitasi peninjauan dan pengesahan anggaran khusus.
Kemenhan kemarin malam mengeluarkan naskah pers dan menyampaikan Menhan Wellington Koo bertemu dengan delegasi yang dipimpin oleh Ketua Satuan Tugas Keamanan Nasional Komite Studi Republik DPR (RSC), Zach Nunn dan delegasi yang dipimpin oleh Senator Jim Banks. Mereka bertukar pandangan tentang isu-isu penting seperti anggaran pertahanan khusus, kebijakan pertahanan, kerja sama keamanan Taiwan-AS, dan situasi terkini di Selat Taiwan, dengan harapan untuk memperdalam pertukaran pertahanan bilateral dan bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Kemenhan mengatakan, selama pertemuannya dengan delegasi DPR, Wellington Koo pertama-tama berterima kasih kepada Zach Nunn karena telah mengingatkan mereka secara terbuka pada sidang “Komite Pilihan tentang Tiongkok” pada bulan Februari bahwa ancaman militer Tiongkok terhadap Taiwan telah melampaui tingkat militer tradisional, meluas ke intervensi “zona abu-abu” seperti serangan siber, manipulasi informasi, dan sanksi ekonomi. Menhan Wellington Koo mengakui Zach Nunn mengupayakan dukungan dan perhatian dari Kongres AS untuk keamanan Taiwan, yang menunjukkan komitmen kuat Taiwan-AS untuk menjadi mitra penting.
Kemenhan juga menyebutkan, selama pertemuannya kemudian dengan Jims Banks, ia mencatat selama masa jabatannya, secara aktif mempromosikan legislasi pro-Taiwan seperti “Undang-Undang Perdamaian Melalui Kekuatan Taiwan”, dan sebagai anggota kunci Komite Angkatan Bersenjata Senat saat ini, ia membantu memfasilitasi beberapa ketentuan pro-Taiwan dalam ‘Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional untuk Tahun Anggaran 2026 (NDAA 2026)”, untuk mewujudkan tujuan strategis “perdamaian melalui kekuatan”.
Kemenhan mengatakan baik Zach Nunn maupun Jim Banks menegaskan komitmen Taiwan untuk meningkatkan otonomi dan tekad pertahanannya, menekankan pentingnya kerja sama keamanan Taiwan-AS yang tak tergantikan untuk stabilitas regional. Kedua belah pihak akan terus memperkuat pertukaran militer dan dialog strategis untuk bersama-sama membela nilai-nilai kebebasan dan demokrasi serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.