Presiden Lai Ching-te bertemu dengan delegasi yang dipimpin oleh Senator AS Jim Banks kemarin (8/4), dan Beliau mengucapkan terima kasih kepada 37 anggota kongres dari berbagai partai termasuk Jim Banks atas surat bersama mereka yang menyatakan dukungan untuk memperkuat pertahanan Taiwan. Presiden Lai menekankan, Taiwan cinta perdamaian, tetapi hanya kekuatan yang dapat menjamin perdamaian. Tidak ada pertukaran yang boleh mengorbankan demokrasi, kebebasan, atau kepentingan nasional, Presiden Lai berharap Yuan Legislatif akan mendukung anggaran pertahanan khusus, dan Taiwan akan bekerja sama dengan mitra yang sepaham untuk membuat demokrasi lebih tangguh dan menjaga perdamaian.
Presiden Lai Ching-te bertemu dengan delegasi yang dipimpin oleh Senator AS Jim Banks kemarin, dan Beliau mengapresiasi Jim Banks atas perhatian terhadap situasi keamanan Indo-Pasifik, khususnya selama masa jabatannya sebagai Perwakilan AS, mengusung berbagai RUU pro-Taiwan seperti “Undang-Undang Kekuatan untuk Perdamaian Taiwan” dan “Undang-Undang Ekspor Senjata Taiwan”. Februari tahun ini, sebanyak 37 senator serta perwakilan dari kedua partai mengeluarkan surat bersama tentang anggaran pertahanan khusus Taiwan, secara jelas menunjuk ancaman Tiongkok terhadap Taiwan dan mendukung Taiwan untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya, berkaitan dengan hal ini, Presiden Lai sangat mengapresiasi.
Presiden menekankan, Taiwan cinta perdamaian, tetapi hanya kekuatan yang dapat menjamin perdamaian, Taiwan bersedia ikut serta dalam pertukaran, tetapi tidak ada pertukaran yang boleh mengorbankan demokrasi, kebebasan, atau kepentingan nasional. Beliau juga menunjukkan, tahun ini menandai peringatan 30 tahun pemilihan presiden langsung Taiwan, dan Taiwan harus terus menjunjung tinggi demokrasi yang telah diraih dengan susah payah. Presiden Lai mengatakan, “30 tahun yang lalu, menghadapi ancaman rudal dari Tiongkok, masyarakat Taiwan tidak gentar, tetapi bersikap tegas memberikan suara mereka, 30 tahun kemudian, Taiwan harus terus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kebebasannya serta menjaga kemakmuran demokrasi yang telah diraih dengan susah payah”.
Presiden Lai menambahkan bahwa Taiwan tidak akan melupakan 30 tahun yang lalu, selama krisis Selat Taiwan, AS mengambil tindakan nyata untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional. “Hukum Hubungan Taiwan” memperingati ulang tahun ke-47 pada tanggal 10 April, menandai Taiwan dan AS telah menjadi mitra penting dalam bidang pertahanan, perdagangan, teknologi, dan keamanan regional. Beliau berharap akan ada lebih banyak kerja sama di masa depan, dan Taiwan akan bersama dengan AS dan semua mitra yang sepaham untuk menjadikan demokrasi lebih tangguh dan menjaga perdamaian.
Dalam sambutannya, Jim Banks menyatakan bahwa tujuan terpenting perjalanannya adalah untuk menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat mendukung Taiwan, baik di masa lalu maupun di masa depan. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa seberapa pun tekanan yang diberikan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT), dunia pada akhirnya akan melihat kebenaran.
Jim Banks juga mengemukakan, baik Presiden Donald Trump maupun Presiden Lai Ching-te telah berkomitmen untuk mendorong kemitraan AS-Taiwan ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk pengumuman AS tentang penjualan senjata terbesar dalam sejarah Taiwan pada Desember 2025, penandatanganan “Nota Kesepahaman Investasi AS-Taiwan” pada Januari 2026, dan penandatanganan “Perjanjian Perdagangan Timbal Balik” pada Februari 2026, lebih lanjut membuka pasar dan mengurangi tarif, semua ini menunjukkan kemampuan kepemimpinan Presiden Lai Ching-te.
Terkait isu keamanan, Jim Banks juga menyebut, Trump mengadvokasi anggaran pertahanan sebesar US$1,5 trilyun, yang secara signifikan meningkatkan pengeluaran pertahanan AS, sementara Presiden Lai juga menunjukkan kepemimpinan dengan mempromosikan peningkatan pengeluaran pertahanan di Taiwan untuk melindungi keamanan masyarakat. Beliau juga berharap agar Yuan Legislatif Taiwan dapat menjalankan fungsinya dengan baik dengan mengesahkan anggaran khusus untuk menegaskan sikap tegas Taiwan dalam “menjaga perdamaian melalui kekuatan” kepada Tiongkok dan komunitas internasional.