Ajang seleksi Sepuluh Pemuda Berprestasi ke-64 yang diselenggarakan oleh Junior Chamber International Taiwan (JCI) resmi dimulai pada Kamis hari ini (9/4). Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) diundang untuk menjabat sebagai ketua dewan juri.
Dalam konferensi pers, Wakil Presiden menyatakan bahwa Taiwan saat ini membutuhkan generasi muda yang memiliki visi internasional dan pemikiran inovatif, mampu berdiri tegak di tengah perubahan, serta berani melangkah maju.
Ia meyakini bahwa harapan para pemuda terhadap diri mereka sendiri bukanlah untuk rebahan, melainkan aktif merespons situasi global, sekaligus mencari jalan agar negara dapat terus maju dan berkembang.
Dalam pidatonya, Wakil Presiden Hsiao Bi-khim menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun setidaknya telah terpilih lebih dari 600 pemuda berprestasi. Masing-masing dari mereka telah menorehkan kisah unik milik Taiwan dengan profesionalisme dan keringat di tengah tantangan dari generasi yang berbeda.
Tidak peduli betapa dinamisnya lingkungan yang dihadapi, anak muda Taiwan selalu menunjukkan ketangguhan yang melampaui imajinasi, menemukan terobosan di berbagai sektor industri, dan secara proaktif memikul tanggung jawab sosial.
Semangat semacam inilah yang menjadi aset paling berharga bagi Taiwan, sekaligus kekuatan lunak yang membanggakan dan penuh dengan nilai kemanusiaan.
Wakil Presiden menunjuk bahwa saat ini dunia tengah berada di titik balik sejarah. Baik itu tantangan yang ditimbulkan oleh geopolitik, maupun pandemi global, penyakit, perubahan iklim, dan dampak cuaca ekstrem terhadap lingkungan yang pernah dialami, hingga restrukturisasi rantai pasok dan terobosan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), semuanya membawa perubahan drastis bagi dunia.
Sebagian perubahan dapat menjadi peluang yang baik, sementara sebagian lainnya akan menjadi tantangan bagi kehidupan yang memerlukan respons aktif.
Wakil Presiden berpandangan bahwa di tengah situasi yang berubah ini, Taiwan tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus menjadi mitra paling tepercaya dalam kubu demokrasi global, serta kekuatan yang tak terpisahkan dalam menjaga pembangunan ekonomi dan stabilitas sosial.
Wakil Presiden mengatakan, "Saya percaya bahwa harapan pemuda terhadap diri mereka sendiri tidak pernah untuk rebahan, melainkan secara aktif merespons situasi global, proaktif mencari peluang baru, serta jalan bagi negara untuk terus melangkah maju. Di era di mana dunia membutuhkan Taiwan dan Taiwan juga melangkah ke panggung dunia, kita membutuhkan generasi muda yang lebih memiliki visi internasional, pemikiran inovatif, serta mampu berdiri tegak dan berani melangkah maju di tengah perubahan."
Lebih lanjut, Wakil Presiden memaparkan kebijakan pemuda dari pemerintah. Misalnya, pemerintahan saat ini melalui Undang-Undang Dasar Pemuda, memprioritaskan pemuda ke dalam konsep inti tata kelola negara, serta membangun jaringan dukungan yang komprehensif untuk masalah pendidikan, lapangan kerja, hingga kesehatan fisik dan mental.
Selain itu, melalui kebijakan perpajakan, pemerintah berupaya mengurangi kekhawatiran anak muda saat mereka unjuk gigi. Sementara itu, Komite Penasihat Pemuda di bawah Yuan Eksekutif bertujuan agar suara anak muda dapat tersalurkan dari bawah ke atas, menjadikan perspektif mereka sebagai pendorong langsung bagi kemajuan negara.
Adapun Program Dana Impian Luar Negeri Pemuda Senilai NT$10 Miliar, program ini diharapkan dapat mendorong anak muda untuk melangkah ke dunia global, lalu kembali ke Taiwan dengan membawa perspektif dan pengalaman internasional yang beragam, guna menjadi motor penggerak terbesar dalam mendorong peningkatan industri dan transformasi sosial, serta menjadikan Taiwan lebih baik.
Wakil Presiden menyatakan bahwa Sepuluh Pemuda Berprestasi mencakup mereka yang bersinar di kancah dunia dalam bidang medis, teknologi, budaya, seni, hingga olahraga, serta para dermawan dan pelopor di bidang pelayanan publik dan kepedulian sosial. Ia berharap dapat menceritakan kisah-kisah Taiwan yang penuh energi ini kepada masyarakat Taiwan, dan menyuarakannya lebih lantang lagi kepada seluruh dunia.