(Taiwan, ROC) - Pemerintah sepenuhnya berkomitmen untuk mempromosikan "Sepuluh Proyek Konstruksi AI Baru," yang bertujuan untuk mentransformasi Taiwan dari negara manufaktur chip utama menjadi negara aplikasi AI utama.
Kini, dibukanya Pusat Penelitian Robotika AI oleh Institut Penelitian Terapan Nasional (NIAR) akan menerjemahkan "kekuatan komputasi otak" yang dahsyat ke dalam aplikasi nyata, membawa AI ke dalam kehidupan sehari-hari dan memperkenalkannya ke dalam manufaktur, perawatan kesehatan, transportasi, dan bidang lainnya.
Demikian ditegaskan oleh Presiden Lai Ching-te (賴清德) melalui sambutannya saat menghadiri peresmian Pusat Penelitian Robotika AI di bawah NIAR pada hari Jumat (10 April).
Menurut kepala negara, robot tidak hanya melambangkan inovasi teknologi tetapi juga mewakili daya saing bangsa. Taiwan memiliki keunggulan industri yang lengkap, meliputi teknologi chip, komponen sensor, dan rantai pasokan mesin presisi, yang memberikan fondasi yang kokoh untuk mengembangkan industri robotika.
Presiden menyampaikan tiga harapan utama untuk pusat penelitian tersebut. Lai mengatakan, "Harapan saya adalah agar pusat penelitian ini dapat menjadi mesin penggerak penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat penelitian ini akan menyediakan platform layanan penelitian robotika canggih berskala besar, yang berfungsi sebagai dukungan kuat bagi industri, akademisi, dan penelitian, mempercepat transisi teknologi mutakhir dari laboratorium ke verifikasi dan produksi massal, dan terus memperkuat integrasi Taiwan dalam teknologi robotika."
Presiden Lai lebih lanjut menekankan bahwa ia berharap pusat ini akan menjadi platform untuk konvergensi talenta lintas disiplin, meletakkan dasar bagi para talenta untuk tahap pembangunan Taiwan selanjutnya melalui kursus, pelatihan praktis, kompetisi, dan pertukaran internasional.
Pada acara yang sama, Ketua Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC) Wu Cheng-wen (吳誠文) menyatakan bahwa Taiwan menghadapi tantangan seperti kekurangan tenaga kerja dan penuaan serta penurunan angka kelahiran. Dengan mempromosikan pengembangan industri robotika cerdas, fokusnya adalah mengembangkan robot cerdas berorientasi layanan dengan kemampuan persepsi dan kolaborasi.
Wu mengatakan bahwa pusat penelitian ini akan bertindak sebagai akselerator yang menghubungkan ekosistem robotika industri-akademisi-penelitian domestik dan internasional melalui penelitian kolaboratif lintas domain, kolaborasi dunia nyata, dan mekanisme berbagi sumber daya.
Menurutnya, hal ini akan selanjutnya membantu kolaborasi industri-akademisi-penelitian dalam melakukan penelitian yang berwawasan ke depan dan integrasi sistem, mengubah keunggulan Taiwan dari pasokan komponen menjadi daya saing sistemik yang komprehensif.